Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seks

Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan SeksRasa nyeri saat berhubungan seksual dalam kamus kedokteran disebut dispareunia. Dispareunia merupakan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada wanita di area labial, vagina atau panggul, selama atau setelah berhubungan seksual. Nyeri saat berhubungan intim kadang tidak hanya terjadi pada saat malam pertama. Banyak yang mengalami nyeri saat bersetubuh dalam jangka waktu lama. Kenali penyebab nyeri dan cara mengatasinya sesegera mungkin.

Kata dispareunia berasal dari bahasa Yunani kuno yang bermakna ‘pernikahan keras’ atau perkawinan yang buruk. Orang Yahudi jaman dulu menganggap dispareunia sebagai alasan untuk perceraian. Tapi saat ini, penyebab dispareunia dapat dengan mudah ditemukan dan diobati.

Beberapa penyebab rasa nyeri saat berhubungan seksual:

– Vaginismus
Vaginismus adalah kejang otot vagina, terutama disebabkan oleh rasa takut disakiti. Vaginismus dapat menyebabkan rasa sakit yang dalam dan dangkal, dan merupakan penyebab umum terjadinya nyeri saat berhubungan seksual.

–  Masalah pada leher rahim (serviks)
Penis dapat mendorong masuk ke leher rahim saat terjadi hubungan seksual. Hal ini dapat menyebabkan infeksi pada leher rahim dan menimbulkan rasa sakit saat penetrasi dalam. Ini disebut dengan ‘dispareunia tabrakan’.

– Masalah pada rahim
Berbagai gangguan rahim, seperti fibroid dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

–  Endometriosis
Gangguan ini sangat umum sering mempengaruhi rahim dan jaringan sekitarnya. Tekanan dari penis pada daerah endometriosis yang intens menyebabkan rasa sakit yang mendalam. Endometriosis sering terjadi pada wanita infertil.

– Masalah ovarium
Kista pada ovarium dapat menyebabkan nyeri yang mendalam. Nyeri juga dapat disebabkan jika ujung penis menabrak posisi ovarium yang tak biasa.

– Penyakit radang panggul atau Pelvic inflammatory disease (PID)
Ini disebabkan oleh infeksi, dan sering juga disebabkan karena bakteri klamidia. Jika klamidia tidak diobati, ada cukup kesempatan untuk PID berkembang. Pada PID, jaringan menjadi sangat meradang sehingga tekanan saat hubungan seksual menyebabkan rasa sakit yang mendalam.

– Kehamilan ektopik
Ini berarti kehamilan di luar rahim, biasanya dalam tabung telur. Tekanan pada area ini dapat sangat menyakitkan.

– Kurangnya pelumas
Hal ini dapat disebabkan oleh kegelisahan dan kegagalan untuk rileks. Biasanya juga terjadi karena kurangnya pemanasan.

Loading...