Diet Yoyo Bisa Membuat Efek Buruk Bagi Tubuh

Diet Yoyo Bisa Membuat Efek Buruk Bagi TubuhSebagian besar orang yang melakukan diet yoyo karena hanya sekedar iseng-iseng saja. Ada juga yang melakukan diet yang terlalu ekstrem karena ingin menurunkan berat badan banyak dalam waktu singkat. Diet yoyo adalah orang yang melakukan diet untuk menurunkan berat badannya, tapi kemudian bertambah lagi berat badannya setelah berhenti diet. Program diet tubuh yang tidak konsisten bisa memberikan efek buruk bagi tubuh.

Sebagian alasan terbesar orang melakukan diet yoyo adalah karena sebenarnya orang tersebut tidak sungguh-sungguh ingin melakukan diet. Selain itu tidak semua orang memahami dengan benar cara melakukan diet yang benar. Kondisi ini bisa membuat seseorang menjadi frustasi dan berbahaya bagi kesehatan. Karena itu seseorang harus memahami apa saja bahaya dari diet yoyo sehingga dapat menghindari di kemudian hari.

Selain gangguan frustasi dan depresi,beberapa bahaya lain yang bisa ditimbulkan dari diet yoyo ini, yaitu:

1. Diet yoyo bisa memperburuk tubuh seseorang
Diet yoyo ini bisa membuat bentuk tubuh seseorang lebih buruk dibandingkan sebelum ia melakukan diet, karena sering kali mengabaikan porsi latihan atau kegiatan fisiknya serta pola makan yang buruk.

2. Gangguan metabolisme tubuh.
Seseorang akan kehilangan massa ototnya saat melakukan diet, dan akan mendapatkannya kembali setelah mengonsumsi lemak murni. Kehilangan massa otot ini akan memperlambat metabolisme tubuh sehingga tidak dapat membakar energi secara efisien.

3. Bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Perubahan berat badan yang naik dan turun secara berulang bisa melemahkan sistem kekebalan. Berdasarkan penelitian diketahui seseorang yang sudah mencoba hingga lebih dari 5 kali program diet akan mengalami penurunan sistem imun hingga sepertiga (30 persen)

4. Jumlah lemak dalam tubuh akan semakin bertambah.
Setiap kali terjadi fluktuasi berat badan, maka akan berpengaruh terhadap penumpukan lemak di tubuh terutama daerah perut. Kondisi ini tentu saja bisa memicu penyakit
jantung, diabetes dan juga demensia (kepikunan).