Pertannyaan Sebelum Donor Darah

Pertannyaan Sebelum Donor DarahDonor darah adalah perbuatan mulia yang membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Tapi bukan berarti semua orang bisa melakukannya, karena ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab seseorang sebelum mendonorkan darahnya. Darah yang didonorkan untuk orang lain sebaiknya bebas dari penyakit menular, infeksi atau adanya kelainan pada darah. Karena itu diperlukan pemeriksaan (screening) terhadap darah yang akan didonorkan untuk orang lain.

Ada beberapa pertanyaan seputarberdonor darah yang harus dijawab jujur sebelum berdonor darah, yaitu:

1. Apakah pernah melakukan tes atau pemeriksaan terhadap HIV/AIDS atau hepatitis?
2. Apakah pernah menyuntikkan atau disuntikkan obat-obatan tanpa resep (obat terlarang), baik sekali saja atau beberapa kali?
3. Jika laki-laki, pernahkah melakukan oral atau anal seks dengan orang lain selain pasangannya serta apakah menggunakan alat pengalaman (kondom) atau tidak?
4. Apakah pernah menerima uang atau obat (narkotika) sebagai imbalan dari berhubungan seks (misalnya pekerja seks komersil)?
5. Apakah Anda atau pasangan memiliki HIV/AIDS?
6. Apakah Anda atau pasangan pernah melakukan kontak dengan seseorang yang memiliki hepatitis B atau C?

Selain itu darah yang didonorkan juga harus dilakukan pemeriksaan terhadap antibodinya untuk menghindari reaksi transfusi, serta jika diperlukan darah yang akan ditransfusikan diperiksa pada dua kesempatan berbeda.

Yang harus diperhatikan pendonor adalah:

1. Pendonor tidak sedang menstruasi.
2. Memiliki berat badan tidak kurang dari 50 kg.
3. Usianya minimal 17 tahun dan tidak lebih dari 50 tahun.
4. Dalam kondisi sehat.

Manfaat donor darah bagi penerima

Sekantong darah yang didonorkan seringkali dapat menyelamatkan nyawa seseorang.

Darah adalah komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksigen ke semua organ tubuh, termasuk organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Jika darah yang beredar di dalam tubuh sangat sedikit oleh karena berbagai hal, maka organ-organ tersebut akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Akibatnya, dalam waktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ, yang berujung pada kematian.

Yang menjadi penerima darah

Ada berbagai macam kondisi dan penyakit yang membutuhkan transfusi darah. Beberapa diantaranya adalah :

1. Luka yang menimbulkan perdarahan hebat, misalnya kecelakaan mobil, luka sayat, luka tusuk, luka tembak, dll.
2. Pembedahan yang menyebabkan keluarnya darah dalam jumlah besar, misalnya pembedahan jantung, pembedahan perut, dll.
3. Penyakit tertentu seperti penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kanker, anemia defisiensi besi, anemia sel sabit, anemia fanconi, anemia hemolitik, anemia aplastik, talasemia, hemofilia, trombositopenia, dll.

Manfaat bagi pendonor darah

Bagi pendonor sendiri banyak manfaat yang dapat dipetik dari mendonorkan darah. Beberapa diantaranya adalah :

1. Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang baru pertama kali mendonorkan darahnya.
2. Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang sedang di derita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dsb.
3. Mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan.
4 Mencegah timbulnya penyakit jantung. Hasil penelitian yang mendukung pernyataan ini dapat di baca di sini dan di sini.

Yang boleh mendonorkan darahnya

1. Pendonor berusia antara 17 – 60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan ijin tertulis dari orangtua.
2 Tanda vital baik. Biasanya diperiksa sesaat sebelum mendonorkan darah. Tanda vital tersebut adalah : Tekanan darah sistol = 110 – 160 mm Hg dan diastol = 70 – 100 mm Hg; Denyut nadi teratur, yaitu 50 – 100 kali/ menit; Suhu tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius (oral).
3.Jika pernah mendonorkan darah, maka pendonoran yang terakhir sudah lebih dari 3 bulan yang lalu.