Aspirin Obat Yang Banyak Diteliti

Aspirin Obat Yang Banyak DitelitiKhasiat kulit pohon Willow digunakan orang Mesir Kuno dan diikuti Hiprokrates pada ribuan tahun silam sebagai obat penghilang rasa sakit, demam dan peradangan. Ilmuwan moderen kemudian menemukan senyawa rahasianya yang dikembangkan dalam obat moderen. Senyawa kimia yang ditemukan tersebut bernama Asam Asetilsalisilat (ASA) yang disintesis dalam bentuk murni oleh Felix Hoffmann pada tahun 1887 yang menjadi cikal bakal Aspirin. Kepopuleran Aspirin terus berlanjut dan dikenal sebagai obat rumah tangga di hampir semua negara Amerika, Eropa, Australia dan Asia.

Efek Aspirin sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi rasa sakit atau nyeri telah digunakan selama 100 tahun terakhir. Saking populernya, Aspirin menjadi santapan penelitian oleh ilmuwan baik dalam temuan baru atau pun yang mengkritisinya. Semua hasil-hasil penelitian itu kata Profesor Elwood kemudian dilakukan meta analisis untuk memastikan kesahihannya. Dari sinilah kemudian muncul khasiat lain Aspirin yang tak cuma penghilang rasa sakit, nyeri dan demam. Aspirin berkembang menjadi pengobat dan pencegah penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah darah/stroke).

Penggunaan dosis rendah setiap hari bagi orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular terbukti bisa mengurangi risiko penggumpalan darah. Risiko penggumpalan darah ini terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas (kegemukan), merokok dan kurang bergerak. Aspirin sebagai pengobat dan pencegah kardiovaskular dikembangkan sejak tahun 1970-an. Sejak saat itu Aspirin menjadi ‘teman’ wajib penderita jantung dan kolesterol tinggi.

Penggunaan Aspirin dalam dosis kecil tiap hari sebesar 100 mg atau kurang untuk orang yang berisiko terkena kardiovaskular, juga telah dilindungi oleh Bayer dengan senyawa yang aman untuk menghindari iritasi lambung. Bayer membuat efektifitas ASA lebih baik dari obat generik lainnya karena hanya menggunakan dosis rendah untuk pencegahan kardiovaskular.