Penyakit atau Cedera yang Dapat Menimbulkan Kecacatan

Penyakit atau Cedera yang Dapat Menimbulkan KecacatanBeberapa penyakit atau cedera bisa menimbulkan kecacatan bagi pasiennya, hal ini tentu saja dapat mengganggu kehidupan pasien tersebut. Namun kecacatan ini ini bisa dicegah sehingga seseorang dapat terus beraktivitas dan produktif. ada tahun 2010 Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 650 juta penduduk dunia yang hidup dengan kecacatan atau disabilitas. Dan Negara-negara di Asia Tenggara memiliki angka cedera tertinggi dengan prevalensi sekitar 1,5-21,3 persen dari populasi total. Kecacatan merupakan istilah umum yang seringkali dipakai untuk menggambarkan kelainan atau keterbatasan fisik seseorang.

Pada dasarnya seorang dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi tidak memandang ketidakmampuan seseorang, tapi lihat kemampuan apa yang masih bisa dimiliki untuk diptimalkan agar mampu melakukan aktivitas fungsional yang maksimal.

Terdapat tiga macam tingkatan pencegahan kecacatan yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Pencegahan kecacatan tingkat pertama ditunjukkan bagi individu yang terpapar penyakit, kondisi sakit atau kemungkinan mengalami cedera yang bisa menyebabkan kecacatan.
2. Pencegahan kecacatan tingkat kedua ditunjukkan bagi individu yang sudah sakit atau dalam kondisi cedera dan diupayakan melakukan rehabilitasi agar tidak menjadi cacat.
3. Pencegahan kecacatan tingkat ketiga ditunjukkan bagi individu yang karena penyakit atau cederanya telah memiliki gangguan dalam kemampuan fungsionalnya.

Misalnya pada penyakit osteoartritis yang dapat menyerang berbagai sendi, dan paling sering menyerang sendi lutut. Akibat cedera atau trauma ini terjadi perubahan pada struktur sekitar sendi, seperti kelemahan otot atau ligamen yang nantinya dapat menyebabkan stabilitas sendi menjadi terganggu. Kegagalan dalam penanganan bisa menyebabkan disabilitas atau keterbatasan kemampuan fungsional dalam melakukan aktivitas normal. Upaya pencegahan primer yang bisa dilakukan adalah rehabilitasi preventif dalam mencegah atau menghambat kerusakan sendi melalui pemulihan kekuatan dan rekondisi otot-otot sekitar sendi.

Beberapa penelitian dasar yang telah dilakukan menunjukkan adanya peran dari berbagai latihan penguatan otot, khususnya otot Quadriceps sebagai otot yang penting dalam menunjang sendi lutut. Pengaruh latihan penguatan otot ini bisa mengurangi proses perusakan tulang rawan sendi pada pasien osteoartritis.