Pemberian Antibiotika Salah Satu Cara untuk Mengatasi Penyakit Infeksi

Pemberian Antibiotika Salah Satu Cara untuk Mengatasi Penyakit InfeksiPemberian antibiotika merupakan salah satu cara yang penting untuk mengatasi penyakit infeksi. Tapi sekarang banyak sekali mikroba penyebab infeksi yang resisten (kebal) terhadap antibiotik, seperti tuberkulosis (TB), influenza, HIV dan demam berdarah dengue (DBD), akibatnya pengobatan semakin lama dan mahal. Setiap kali seseorang menggunakan antibiotika, maka akan terjadi selective pressure, yaitu mikroba yang sensitif akan mati, namun mikroba yang resisten akan tumbuh dan memperbanyak diri.

“Terjadinya resistensi dan penyebaran infeksi dapat berdampak pada menurunnya mutu pelayanan kesehatan, sebab penggunaan antibiotika menjadi tidak efektif lagi, bahkan dapat berdampak pada menurunnya keamanan pasien dan meningkatkan biaya pelayanan kesehatan,” ujar Dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR. PH,

Ada berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya resistensi antibiotika, yaitu:

- Ketidaktepatan penanganan penderita, seperti penggunaan antibiotika yang salah (kurang atau berlebih) karena kesalahan atau keterlambatan diagnosis, sehingga mengganggu daya-guna obat-obat esensial.
- Penggunaan antibiotika yang berulang-ulang dan tidak tepat atau tidak rasional.
- Ketidakpatuhan pasien dalam berobat, penggunaan antibiotika oleh masyarakat tanpa resep dan beredarnya antibiotika palsu.

Dewasa ini, ada banyak mikroba yang telah resisten terhadap antibiotika lini pertama yang umum diresepkan. Hal ini dapat membahayakan pasien yang mengalami infeksi umum, yang sebelumnya dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotika tersebut.

Akibatnya:

- Pengobatan penyakit infeksi berlangsung lama
- Pasien tidak sembuh
- Terjadi komplikasi fatal
- Waktu berobat bertambah
- Tidak jarang diperlukan penggunaan antibiotika lini kedua atau ketiga yang lebih mahal, kadang-kadang lebih toksik (beracun) dan berakibat meningkatkan biaya pengobatan

Kedua hal yang dapat mengakibatkan munculnya ancaman resistensi antibiotika adalah akibat keterbatasan penyebarluasan pengetahuan dan informasi tentang penggunaan obat antibiotika yang rasional. Untuk mencegah dan menganggulagi berkembangnya resistensi antibiotika, cara yang tepat adalah dengan menekan sejauh mungkin penggunaan antibiotika yang tidak rasional.

Agar pencegahan dan penanggulangan resistensi antibiotika dapat berjalan berkesinambungan, maka:

- Perlu dikembangkan surveilans (memantau distribusi penyakit) resistensi antibiotika. Setiap rumah sakit diharapkan dapat melakukan surveilans resistensi antibiotika yang berkelanjutan, supaya mutu penggunaan antibiotika dapat dijamin.
- Pengawasan impor, produksi dan penggunaan antibiotika juga perlu mendapat perhatian khusus.
- Sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan antibiotika yang rasional juga harus ditingkatkan.


Topik Terkait:
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>