Maag Bisa Dipicu dari Pola Makan yang Tidak Teratur

Maag Bisa Dipicu dari Pola Makan yang Tidak TeraturSebagian besar sakit maag ternyata bukan disebabkan oleh kerusakan pada organ lambung. Pola makan yang ngawur, stres dan kecemasan lebih dominan menyebabkan maag terutama di kota besar seperti Jakarta. Riset yang dilakukan oleh Brain & Co dan Kalbe Farma pada tahun 2007 menunjukkan, 60 persen warga Jakarta menderita sakit maag. Sekitar 70-80 persen di antaranya merupakan kategori maag fungsional, yang lebih banyak dipicu oleh faktor psikis dan pola makan tidak sehat

Hal ini disebabkan antara lain oleh gaya hidup di perkotaan yang serba sibuk. Tuntutan pekerjaan yang begitu tinggi sering membuat karyawan melupakan waktu untuk makan. Padahal jika tidak diatasi, sakit maag yang berawal dari stres dan pola makan tidak sehat bisa berlanjut menjadi komplikasi lebih lanjut. Di antaranya adalah infeksi akut pada lambung dan bahkan yang lebih parah adalah kanker lambung.

Sedikitnya ada empat manfaat yang diperoleh dengan mendisiplinkan diri pada pola makan teratur:

1. Pola makan teratur bisa menjaga cadangan energi, sehingga tubuh selalu bugar dan bisa melakukan aktivitas tanpa tidak cepat merasa lelah.

2. Menjaga lambung agar tidak sampai kosong berarti mencegah gangguan perut seperti rasa mual, perih dan kembung yang dipicu oleh produksi asam lambung yang berlebih.

3. Pola makan yang teratur mencegah gangguan metabolisme, di antarnya berbagai penyakit yang berhubungan dengan kolesterol.

4. Makan tepat waktu dapat menghindarkan seseorang dari perilaku ‘balas dendam’, yaitu makan sebanyak-banyaknya. Perilaku ini berbahaya karena memberi beban ekstra pada sistem metabolisme.

.