Dampak dari Memilih Makanan Bisa Mengancam Kesehatan

Dampak dari Memilih Makanan Bisa Mengancam KesehatanDampak langsung dari kebiasaan pilih-pilih makanan memang tidak seburuk gangguan pola makan yang lain. Namun jika dibiarkan, dalam jangka panjang gangguan ini bisa mengancam kesehatan tulang dan jantung. Seseorang yang mengalami Selective Eating Disorder (SED) tidak mampu mengontrol pilihan makanan yang akan disantap. Misalnya hanya mau makan jenis makanan tertentu, atau makanan yang dimasak dengan cara tertentu.

Dibandingkan dengan gangguan pola makan yang lain seperti anorexia atau bulimia, SED memang kurang banyak mendapat perhatian. Selain dampak yang terlihat tidak terlalu banyak, banyak teori yang menyebut SED sebagai sebuah fase yang normal dalam pertumbuhan psikologis seorang anak. Masalah baru muncul ketika gangguan ini dialami oleh orang dewasa, yang menerapkan batasan terlalu ketat terhadap pilihan makanannya. Menurut American Psychological Association (APA), dalam jangka panjang kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah terkait defisiensi atau kekurangan nutrisi.

Sedangkan jika cenderung memilih soda dan makanan manis, gigi akan menjadi mudah keropos. Demikian juga apabila tidak menyukai susu atau makanan lain yang mengandung kalsium, maka tulang akan mudah keropos. Berbagai penelitian belum berhasil menyimpulkan dengan pasti bagaimana gangguan tersebut bisa terjadi, namun diduga terkait respon tertentu terhadap makanan yang memiliki tekstur dan bau tertentu. Spekulasi yang lain mengatakan, gangguan obsesif-kompulsif (tidak mampu mengontrol pikiran) turut berperan dalam SED.