Pelecehan Seksual Semakin Banyak Terjadi

Pelecehan Seksual Semakin Banyak TerjadiAlasan seseorang melakukan pelecehan seksual bervariasi. Banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya dan biasanya saling berkaitan. Kebanyakan pelaku mengincar perempuan yang lemah, pasif atau kurang asertif (tegas). Perilaku pelecehan seksual ini semakin marak terjadi di masyarakat dan sebagian besar korbannya adalah kaum perempuan.

Pelaku dari pelecehan seksual bisa datang dari usia remaja hingga tua. Tidak ada golongan usia berapa yang paling dominan melakukan pelecehan seksual. Pelecehan seksual adalah suatu pelecehan atau tindakan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang menimbulkan rasa tak nyaman, baik perilaku verbal atau fisik yang bersifat seksual.

Korban dari pelecehan seksual ini bisa berupa komentar verbal yang bersifat seksual, menyentuh bagian-bagian tertentu dari tubuh si korban yang seharusnya tidak boleh disentuh atau meminta melakukan bantuan seksual. Terkadang pelecehan seksual ini juga diikuti dengan tindakan kekerasan.

Ada tujuh alasan kenapa kebanyakan orang melakukan pelecehan seksual:


1. Tempatnya yang mendukung.

Biasanya pelecehan seksual lebih banyak terjadi di fasilitas umum terutama pada angkutan umum yang penuh, sehingga seseorang suka mencari-cari kesempatan.

2. Lingkungan sosialnya.
Kondisi di mana seorang laki-laki dan perempuan dibesarkan akan mempengaruhi bagaimana perilakunya nanti. Berbagai sudut pandang bisa menciptakan suasana yang memungkinkan seseorang untuk melakukan pelecehan seksual.

3. Terganggu dengan perkawinannya.

Mengalami stres terhadap kehidupan pernikahannya akan membuat seseorang berada dalam tekanan emosional sehingga rentan melakukan pelecehan seksual.

4. Menyalagunakan kekuasaannya.
Beberapa orang terkadang menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan pelecehan, umumnya pelaku berpikir korban adalah orang yang lemah atau takut kehilangan pekerjaannya.

5. Memiliki kelainan seks yang tinggi.

Biasanya orang ini memiliki kelainan seperti suka memperlihatkan alat vitalnya, suka membahas masalah-masalah pornoaksi atau memiliki perilaku suka mengintip.

6. Memiliki kelainan moral.

Saat kondisi seseorang mengalami kelemahan moral, seringkali menganggap seks pranikah atau ‘one night stand’ adalah sesuatu yang wajar sehingga menganggap hal tersebut bukanlah pelecehan seksual.

7. Belum ada peraturan hukum yang berat.
Beberapa orang melakukan pelecehan seksual karena memang belum ada peraturan hukum yang bisa membuat seseorang merasa jera.