Meredamkan Petengkaran Degan Cara Berpelukan

Menjaga Ego Untuk Meredam Petengkaran Konflik

Pertengkaran sering terjadi dalam setiap hubungan. Hanya saja kadarnya berbeda-beda. Tergantung bagaimana antarapasangan mampu mengontrol ego masing-masing untuk meredam konflik. Sebab, tak jarang hanya karena masalah kecil, mereka saling menyakiti dengan amarah yang tak terkendali. Saat bertengkar hebat, Anda dan pasangan biasanya saling menunjukkan ego masing-masing. Pertengkaran tidak akan selesai jika ego yang didahulukan. Jika pertengkaran dibiarkan berlarut-larut, tentu akan berdampak negatif pada hubungan Anda. Cobalah redam sedikit rasa egois saat pertengkaran terjadi. Tak hanya berdampak positif bagi hubungan, tetapi juga perkembangan jiwa masing-masing. Saat bertengkar adalah saat yang tepat untuk mengukur kemampuan kontrol emosi dan egoisme seseorang. Meredam ego bukan berarti Anda ‘kalah’. Tetapi lebih pada pengorbanan untuk mempertahankan sebuah hubungan.

– Akulah orang yang kau cintai

Saat Anda bertengkar hebat atau pasangan berbicara dengan nada tinggi, ambillah selembar kertas. Berikan kertas itu padanya dan jangan mengungkapkan kata-kata yang memancing emosinya.  Pria akan cenderung lebih tenang dan mengerti, saat Anda memberikan pesan mendalam dengan cara yang baik daripada menyindirnya berkali-kali.

– Mungkin kau Benar

Mungkin dengan kata-kata tersebut diungkapkan para suami saat bertengkar dengan istrinya dan sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa argumen atau hal apapun yang menjadi penyebab pertengkaran tidak lebih penting dari hubungan yang selama ini dijalani.

– Apakah aku bisa memelukmu?

Saat Anda sudah bosan dengan pertengkaran yang sering terjadi dan ingin berhenti secepatnya, ambillah selembar kertas. Tuliskan pada kertas tersebut, “Aku tidak suka bertengkar lama-lama, apakah aku bisa memelukmu?” Saat pasangan membacanya, pasti ia akan luluh karena tandanya Anda sudah meredam emosi dan menginginkannya untuk memeluk Anda.