Cara Menghundari Saat Mabuk Laut

Cara Menghundari Saat Mabuk LautSaat-saat tertentu kadang orang harus menggunakan kapal laut atau perahu. Kondisi ini tidak akan semudah yang dibayangkan jika memiliki mabuk laut. Ada dua gejala dari mabuk laut yaitu merasa pusing dan mual. Sejumlah faktor bisa berkontribusi terhadap kondisi ini. Mabuk laut terjadi karena adanya konflik antar indera di tubuh manusia. Sebuah saluran berisi cairan di telinga bagian yang bertugas mengontrol rasa keseimbangan akan memberitahu otak bahwa tubuh sedang bergerak. Sementara indera penglihatan mata yang melihat seisi kabin memberitahu otak bahwa tidak ada pergerakan. Beberapa orang bisa menoleransi ketidakseimbangan tersebut, tapi bagi orang lain hal ini mungkin bisa sangat menyiksa. Karenanya cara pencegahan untuk setiap orang bisa saja berbeda satu dengan yang lainnya.

Ada beberapa langkah yang dilakukan seseorang agar terhindar dari mabuk laut, yaitu:

Cobalah untuk mengonsumsi jahe.
Jahe yang dikonsumsi bisa dimasukkan ke dalam minuman atau makanan seperti roti. Selain itu mengemil jahe beberapa jam sebelum perjalanan juga bisa membantu.

Mengonsumsi air secukupnya.
Menjaga tubuh agar tetap hidrasi bisa membuat seseorang terhindar dari mabuk laut, selain itu hindari konsumsi alkohol dan kopi karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Mengemil roti atau oatmeal.
Karena beberapa ahli mengungkapkan tidak membiarkan perut kosong atau terlalu kenyang akan mengurangi mabuk laut. Usahakan untuk bangun lebih awal sehingga bisa makan dengan santai dan memberikan waktu pada perut untuk mencerna dengan baik.

Duduk pada bangku teggah.
Usahakan untuk duduk di bangku barisan tengah, serta hindari bangku di belakang.

Mengambil napas dalam-dalam.
Cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam serta fokus pada horison dan bukan pada gelombang atau obyek yang bergerak.

Mengisap permen.
Mengisap permen lemon yang keras saat perahu mulai bergerak dapat membantu menjaga agar perut tidak mual.

Hindari mengonsumsi makanan yang berminyak atau asam.
Beberapa jam sebelum perjalanan, karena makanan yang asam akan lambat dicerna sehingga tertumpuk di perut. Sedangkan kombinasi antara makanan berminyak dan asam akan membahayakan sistem pencernaan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>