Pisah Ranjang,Tidak Selamanya Buruk

Pisah ranjang bukan selalu menjadi awal retaknya pernikahan

Jika pasangan mengalami gangguan tidur,seperti mendengkur, pisah ranjang untuk sementara dapat menjadi jalan keluar. Pisah ranjang bukan selalu menjadi awal retaknya pernikahan, bahkan malah bisa menyelamatkan. Pasangan ideal tidak harus selalu tidur bersama. Secara individu manusia membutuhkan kenyamanan untuk dirinya sendiri. Ketika kebiasaan tidur pasangan membuat tidak nyaman, pisah ranjang bisa menjawab permasalahan. Bahkan untuk membuat kehidupan pernikahan lebih kuat, pisah ranjang bisa menjadi sebuah alternatif. Survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada tahun 2005, menggambarkan sebanyak 31% pasangan suami istri mengubah kebiasaan tidur mereka. Hal itu karena kebiasaan tidur pasangan yang menggangu.

Sebanyak 23% pasangan memilih pisah ranjang, atau tidur di sofa, 8 % mengubah jadwal tidur, dan 7% menggunakan penutup telinga. Tidur bersama setiap malam merupakan gambaran pernikahan ideal, dan para suami istri cenderung berusaha untuk mewujudkannya padahal tidak ada yang salah saat mereka tidur secara terpisah. Jika Anda tidak merasa nyaman tidur di samping pasangan, Anda tidak akan merasa bahagia bersamanya. Apapun masalahnya, seperti mendengkur saat tidur, lebih baik ungkapkan saja pada pasangan bahwa Anda merasa tidak nyaman. Ketika Anda ingin bercinta lakukan saja, tetapi ketika Anda sudah merasakan kantuk dan ingin tidur dengan nyaman, pisah kamar seharusnya tidak menjadi masalah. Karena, yang dicari adalah kenyamanan dan akan membawa aura positif bagi hubungan Anda. Pisah ranjang dapat membawa efek baik dalam sebuah pernikahan.

Anda menjadi tidak baik dan hasrat bercinta semakin menurun.Tidur secara terpisah tidak selalu menjadi sebuah sinyal negatif bagi sebuah pernikahan. Jika seseorang terpaksa tidur bersama meskipun tidak merasa nyaman malah akan menjadi masalah. Bayangkan saja, jika pasangan selalu mendengkur dan Anda terbangun berulang kali, hal itu malah membuat. Untuk itu, utamakan kenyamanan tidur, baik untuk Anda maupun pasangan. Tidur terpisah tidak melulu menjadi pangkal sebuah masalah, tergantung Anda dan pasangan menyikapinya. Jika dengan pisah ranjang Anda dan pasangan malah menjadi lebih nyaman, dan hasrat bercinta semakin besar mengapa tidak dilakukan.

Keributan rumah tangga kerap berujung dengan vonis perceraian. Hindari kata cerai, karena perkawinan sebenarnya bisa utuh jika pasangan tidak egois dan selalu memecahkan persoalan secara bersama-sama. Komitmen untuk menikah dan mempertahankan keutuhan rumah tangga bukan sesuatu hal yang menyeramkan. Hanya perlu kerja sama yang baik antar pasangan untuk mengarunginya hingga kakek-nenek.

Berikut  cara terbaik untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga sehingga tidak ada pikiran untuk pisah ranjang.

Perhatikan Lingkar Pinggang

Setelah menikah adalah saatnya untuk bersantai dan meninggalkan olahraga, Sebaiknya rencanakanlah untuk melakukan olahraga bersama dengan pasangan, selain bisa menyehatkan badan juga bisa meningkatkan intensitas pertemuan dengan pasangan.

Memiliki Rencana Keuangan

Hampir 40% orang yang menikah mengakui telah membohongi pasangannya mengenai pengeluaran keuangannya. Uang bisa memicu pertengkaran dalam rumah tangga, maka diperlukan transparansi keuangan.

Pikirkan tentang peraturan keluarga

Pasangan baru biasanya menghabiskan 5-10 tahun perkawinan dengan memikirkan bagaimana mengatur keluarga dan sering berbeda pendapat mengenai waktu pengasuhan anak. Penting pula bagi sebuah keluarga untuk duduk makan malam bersama sebagai keluarga.

Jadikan seks sebagai prioritas bukan pekerjaan yang membosankan

Rata-rata pasangan yang telah menikah melakukan seks 58 kali per tahun, atau sedikitnya lebih dari satu minggu sekali. Karena itu jadikanlah seks sebagai prioritas dengan membuat ide-ide atau metode baru agar tidak menjadi bosan.

Fleksibel

Kadang rumah tangga mengalami masa-masa resesi keuangan, namun janganlah dijadikan suatu masalah yang besar. Buatlah sefleksibel mungkin, sehingga bisa dipikirkan bagaimana solusi yang baiknya.