Hepatitis C Menjadi Beban Kesehatan Masyarakat

Hepatitis C Menjadi Beban Kesehatan MasyarakatHepatitis C menjadi bom waktu beban kesehatan masyarakat. Infeksi virus hepatitis C berpeluang besar menjadi kronis sehingga menimbulkan kematian. Padahal, belum ada vaksin untuk penyakit itu dan biaya pengobatan yang sangat mahal harus ditanggung penderita. Jumlah pengidap hepatitis C di Indonesia diperkirakan sekitar empat juta. Di Indonesia, jumlah penderita hepatitis B dan C mencapai 30 juta orang. Sedangkan jumlah yang dilaporkan positif menderita hepatitis C yang terdata di Kementerian Kesehatan pada Oktober 2007-Oktober 2009 sebanyak 17.999 kasus.

Salah seorang pembicara, dokter spesialis penyakit dalam di RS Kramat 128, Dyah Agustina Waluyo, mengatakan, virus hepatitis berada dalam darah dan cairan tubuh. Penularan hepatitis B dan C antara lain lewat transfusi darah, hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik atau alat tajam tidak steril, cuci darah, cangkok organ, dan penularan vertikal dari ibu kepada bayinya. Di kalangan pengguna jarum suntik, risiko tertular hepatitis C sangat besar. Tidak seperti hepatitis B yang telah ada vaksinnya, vaksin hepatitis C belum ditemukan sehingga sulit dilakukan pencegahan.

Penyakit hepatitis C risikonya besar berkembang menjadi kronis dan berujung pada sirosis hati atau bahkan kanker hati. Pengobatan hepatitis C masih menjadi beban lantaran sangat mahal dan terapinya lama. Terapi kombinasi dua obat HCV selama 42 minggu kisaran biayanya Rp 40 juta-Rp 150 juta. Tes untuk mengetahui keberadaan virus itu juga terbilang mahal.


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>