Kolesterol Tinggi Bisa Menjadi Pembunuh Diam-Diam

Kolesterol Tinggi Bisa Menjadi Pembunuh Diam-DiamMakanan manis atau bersantan terus mengalir ke dalam tubuh. Rutinitas olahraga pun terlupakan sejenak. Perubahan gaya hidup yang jamak terjadi kala Ramadan diam-diam meningkatkan risiko kolesterol tinggi. “Mengatur pola makan sehat dan seimbang serta melakukan olahraga minimal berjalan kaki 20 menit sehari, bisa menjaga kolesterol tetap terkontrol selama puasa,” kata dokter spesialis penyakit syaraf, Dr H Sutarto Prodjo Disastro, Sp S saat ditemui di acara ‘Kontrol Kolesterol di Bulan Ramadhan.

Dokter yang juga Ketua Bidang Humas dan Penyuluhan Yayasan Stroke Indonesia ini mengatakan, kolesterol bisa menjadi pembunuh diam-diam jika tak dipantau. Gangguan kolestrol bisa berkembang menjadi berbagai macam penyakit serius seperti jantung koroner, diabetes melitus, stroke dan disfungsi ereksi. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang 80 persen dihasilkan dari organ hati dan 20 persen sisanya dari luar tubuh (zat makanan). Fungsinya di dalam tubuh bermacam-macam antara lain, pembentuk dinding sel.

Kolesterol tidak bisa larut dalam cairan darah. Oleh karenanya, agar bisa dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yaitu pembawa kolesterol dalam darah. Sutarto mengatakan, kontrol kolesterol secara rutin penting. Sebab, jika LDL dalam darah melebihi kadar normal akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dasn stroke. LDL berlebihan dapat mengendap pada dinding pembuluh darah yang memicu penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Penyakit ini disebut aterosklerosis yaitu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah.