Joging Kurang Efektif untuk Membakar Lemak

Joging Kurang Efektif untuk Membakar LemakUntuk kesehatan jantung, manfaat jogging tidak perlu diragukan lagi. Namun untuk mengurangi lemak dan berat badan, ternyata cara ini tidak efektif. Kenapa jogging susah bikin langsing? Berikut ini adalah penjelasan mengapa tubuh tetap gemuk meski sudah jogging setiap hari. Gerakan yang konstan selama jogging termasuk aktivitas aerobik yang dapat memperkuat otot jantung dan pernapasan. Dampaknya bagi kesehatan, pernapasan menjadi makin sehat dan tekanan jantung lama-lama turun sehingga risiko hipertensi berkurang. Namun untuk membakar lemak, jogging kurang efektif. Tubuh hanya akan mengolah lemak menjadi energi jika kebutuhan kalori yang diperoleh dari gula dan karbohidrat sudah tidak mencukupi.

Salah satu cara untuk mengurangi lemak adalah dengan berolahraga. Jogging merupakan olahraga yang membutuhkan banyak energi, sehingga banyak yang melakukannya dengan harapan cadangan energi berupa lemak akan terbakar dengan lebih efisien. Kenyataannya, beberapa orang gagal mengurangi berat badan meski rajin jogging setiap hari. Diameter lingkar pinggang juga tidak berkurang, justru betis yang malah ikut membesar. Seringnya jogging dilakukan, menurut Greg hanya akan menyebabkan metabolime energi menjadi semakin efisien. Adaptasi yang dilakukan oleh tubuh membuat energi yang dibutuhkan makin lama makin sedikit sehingga kalori yang terbakar tidak banyak.

Jelasnya seperti ini, ketika pertama kali jogging energi yang diperlukan untuk jogging cukup dengan yang sudah dimakan. Tapi lama-kelamaan tubuh akan menyesuaikan diri. Makanan yang dimakan dengan porsi sama ternyata hanya sedikit yang diperlukan untuk jogging. Ini artinya kalori yang terbakar juga makin sedikit karena tubuh sudah menyesuaikan diri. Selain tidak efektif menurunkan berat badan, jogging juga tidak baik untuk persendian. Saat berlari, persendian yang digunakan sebagai tumpuan akan menahan beban 2,5 kali lipat dari berat badan sehingga rentan cedera. Ditambahkan oleh Greg, sendi yang paling rawan terserang nyeri akut akibat jogging adalah pergelangan kaki (angkle) serta lutut. Semakin sering mengalami tekanan secara berulang, sendi tersebut akan semakin cepat aus.