Kondisi yang Memicu Rasa Pedas di Dalam Perut

Kondisi yang Memicu Rasa Pedas di Dalam PerutHampir semua orang pernah mengalami mulas atau rasa panas di perut, terutama setelah mengonsumsi makanan pedas. Setidaknya ada 7 penyebab lain yang bisa menyebabkan rasa panas di perut. Biasanya pemicu yang jelas dari rasa panas di perut adalah makanan pedas, kue coklat atau memiliki penyakit gangguan pencernaan seperti GERD. Tapi kadang rasa panas di perut ini tidak berhenti meskipun seseorang tidak memiliki salah satu dari pemicu tersebut.

Ada beberapa kondisi yang bisa memicu rasa panas di dalam perut (heartburn), yaitu:

Obat.

Obat anti-inflamasi (NSAIDs) seperti ibuprofen atau naproxen yang digunakan secara teratur bisa memicu rasa panas di perut. Selain itu beberapa obat resep lain seperti antibiotik, penghambat saluran kalsium (obat tekanan darah tinggi), bronkodilator seperti albuterol (untuk asma dan PPOK), obat osteoporosis dan beberapa obat penenang juga bisa menjadi pemicu.

Merokok.
Merokok bisa melemahkan katup antara perut dan kerongkongan, sehingga asam lambung bisa kembali lagi ke kerongkongan yang menyebabkan lemak yang dicerna oleh garam empedu berpindah dari usus kecil ke perut. Selain itu merokok juga mengurangi air liur yang biasanya berguna untuk membilas asam lambung keluar dari kerongkongan.

Stres.
Pada umumnya stres tidak menyebabkan adanya peningkatan dalam produksi asam lambung. Namun sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of Psychosomatic Research menunjukkan bahwa persepsi rasa panas di perut yang dialami oleh pasien sebenarnya terkait dengan stres yang dialaminya, meskipun tidak ada peningkatan asam lambung.

Suplemen minyak ikan.

Minyak ikan mengandung asam lemak omega 3 telah diketahui sebagai cara alami untuk mengelola penyakit jantung, depresi dan kondisi kesehatan lainnya. Tapi ternyata juga bisa menyebabkan mulas atau rasa panas di perut.

Peppermint.

Peppermint yang masuk ke dalam perut seperti pedang bermata dua. Peppermint yang terkandung di dalam teh, kapsul atau permen sering digunakan untuk mengatasi sakit perut, tapi pengobatan ini dapat menjadi bumerang bagi orang yang memiliki penyakit GERD. Efek menenangkan dan mati rasa yang dihasilkan dari rasa mentol cenderung bisa melemahkan katup pemisah antara perut dan kerongkongan, sehingga membuat asam lambung kembali ke kerongkongan dengan mudah.


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>