Penderita Diabetes Jangan Berjalan di Aspal

Penderita Diabetes Jangan Berjalan di AspalKesemutan adalah keluhan yang umum dirasakan pasien diabetes. Anjuran kuno untuk berjalan tanpa alas kaki di aspal tidak mengatasi keluhan tersebut, bahkan memicu dampak lain yang lebih serius. Zaman dahulu orang meyakini, berjalan tanpa alas kaki di aspal hangat dapat merangsang saraf agar tidak sering kesemutan. Namun sebaiknya anjuran ini tidak diikuti, terutama bagi penyandang diabetes. “Ketika orang normal jalan di aspal, seberapa panas aspal itu ia bisa merasakan. Tapi penyandang diabetes biasanya baal dan tidak terlalu merasakan panas, tahu-tahu kakinya melepuh,” ungkap Prof Sarwono Waspadji.

Sebaliknya, Prof Sarwono mengatakan pasien diabetes harus sangat memperhatikan alas kaki. Bukan sekedar melindungi telapak kaki dari kemungkinan menginjak benda tajam, alas kaki juga harus bisa mencegah luka yang terjadi akibat tekanan dari kaki itu sendiri. Pada diabetes, masalah luka di kaki merupakan komplikasi paling menakutkan setelah masalah jantung dan pembuluh darah. Seringkali luka di bagian tersebut terlambat mendapat penanganan karena memang sulit disembuhkan, sehingga berkembang menjadi infeksi parah yang berakhir dengan amputasi.

Kalaupun hendak melakukan perawatan sendiri, hal-hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut.

1. Gunting kuku kaki dengan benar secara teratur, hindari pertumbuhan kuku ke dalam (cantengan).
2. Jaga kebersihan celah di sela-sela jari dengan mencucinya secara teratir memakai sabun.
3. Hilangkan kapal atau penebalan kulit, karena bisa menyebabkan luka akibat tekanan pada permukaan kulit di sekitar kapal.
4. Jika terjadi luka, obati dengan tekun agar bisa sembuh secepat mungkin.
5. Pilih alas kaki yang tepat, jangan sampai memberikan tekanan pada telapak kaki. Sesuaikan dengan deformitas atau perubahan bentuk pada kaki.