Akibat Kebanyakan Kosumsi Serat

Akibat Kebanyakan Kosumsi SeratMakanan berserat sangat dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap ramping, sehat dan mengurangi risiko berbagai penyakit. Tapi konsumsi serat berlebihan ternyata juga berbahaya bagi tubuh. Mengonsumsi makanan serat tinggi memang memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker usus besar dan kanker payudara. Para ahli menyarankan, orang dewasa rata-rata membutuhkan sekitar 25 gram (perempuan) sampai 30 gram (laki-laki) dan sekitar 20 gram untuk anak-anak. Tapi bila orang mengonsumsi serat hingga lebih dari 45 gram per hari, maka serat tersebut justru bisa berakibat buruk bagi tubuh.

Berikut 5 akibat kebanyakan mengonsumsi serat:

Dehidrasi.
Dengan alasan yang sama yaitu serat dapat menyerap air, maka tidak mengherankan bila orang yang mengonsumsi terlalu banyak serat menjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Sembelit.
Sebenarnya bila orang makan serat dengan jumlah yang cukup dan sesuai, maka serat akan membersihkan perut dan kotoran di usus bisa menjadi lebih lunak. Tapi jika mengonsumsi serat lebih dari kebutuhan tubuh, serat justru dapat membuat sembelit (susah buang air besar).

Perut kembung.
Perut kembung merupakan emisi gas produk sampingan kombinasi proses pencernaan dalam tubuh. Serat berlebih bisa menyebabkan perut kembung karena bakteri dalam usus mencerna serat secara berlebihan, sehingga membuat gas sebagai produk sampingannya.

Susah hamil.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang terlalu banyak bisa menurunkan kadar estrogen dan beberapa hormon reproduksi lainnya seperti progesteron, hormon luteinizing dan follicle-stimulating hormone.

Kenaikan berat badan.
Orang biasanya makan banyak serat dengan harapan dapat menjaga berat badan. Tapi dengan makan serat berlebihan justru malah dapat menyebabkan orang mengalami kenaikan berat badan.