Mencari Tau Kanker Nasofaring

Mencari Tau Kanker NasofaringPenyakit kanker nasofaring adalah kanker yang berasal dari sel epitel nasofaring di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Kanker nasofaring merupakan keganasan tertinggi yang ditemukan di antara seluruh keganasan kepala-leher di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta (28,53 persen atau 948 dari 3344 kasus pada 2000-2005). Selain itu, termasuk kanker no.4 terbanyak setelah kanker leher rahim, kanker payudara, dan kanker kulit.

Penyebab kanker  nasofaring

Penyebab kanker nasofaring masih belum dapat diketahui dengan pasti dan merupakan multifaktor, seperti virus Epstein Barr, genetik, diet, lingkungan, dan merokok. Virus ini juga terdapat pada penyakit lain yang bukan kanker.

Yang bisa terkena kanker nasofaring.

Kanker nasofaring dapat mengenai siapa saja dengan faktor risiko yang ada. Kanker nasofaring banyak dijumpai pada ras Mongoloid, yaitu penduduk China bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Ras kulit putih jarang terkena penyakit ini.

Bagian tubuh yang dapat terkena kanker nasofaring.

Kanker nasofaring adalah kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung, di belakang langit-langit rongga mulut, dan sangat mudah menyebar ke mata, telinga, kelenjar leher, dan otak. Karena, letaknya dekat dengan hidung, telinga, dan lubang di dasar tengkorank tempat keluarnya saraf yang mengatur gerak bola mata, kelopak mata, lidah, sebagai fungsi menelan.

Mulai datangnya kanker Kanker nasofaring.

Infeksi primer virus Epstein Barr muncul pada tahun-tahun pertama kehidupan dan tanpa gejala. Pada keadaan higienis elbih baik, infeksi baru muncul saat dewasa muda. Setelah terinfeksi, virus bertahan seumur hidup tanpa menimbulkan gejala berarti, atau muncul pada gejala kanker nasofaring apabila ditunjang oleh faktor-faktor yang memengaruhi.

Gejala-gejala kanker nasofaring.

Kanker nasofaring pada stadium dini sering kali sulit diketahui karena letaknya yang tersembunyi di belakang rongga hidung atau di belakang atas langit-langit rongga mulut.

Gejala dini, di antaranya:

1. pada telinga berupa suara berdengung dan terasa penuh pada satu sisi tanpa disertai rasa sakit sampai dengan pendengaran berkurang.
2. Pada hidung berupa mimisan sedikit dan berulang, ingus bercampur darah, hidung tersumbat terus-menerus, dan pilek di satu sisi.