Mendeteksi Kanker Serviks Bisa di Puskesmas

Mendeteksi Kanker Serviks Bisa di PuskesmasKanker serviks (leher rahim) merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian pada perempuan di Indonesia. Sayangnya, banyak perempuan yang terlambat memeriksakan diri sehingga terdiagnosa dengan stadium lanjut. Padahal deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan di Puskesmas. Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV. Virus ini bermacam-macam tipe, tetapi yang mempunyai potensi menimbulkan kanker serviks adalah sekitar 20 tipe dan diantara yang tersering dan berisiko tinggi adalah tipe 16 dan 18 (80 persen penyebab kanker serviks).

Jumlah penderita kanker leher rahim yang terdapat di rumah sakit Indonesia pada tahun 2007 sebanyak 7.042 orang dan 3.661 (52%) meninggal. Artinya 10 penderita kanker serviks meninggal setiap harinya. Pencegahan primer yaitu dengan cara mengurangi atau mengeliminasi faktor risiko maupun penyebab pada orang normal tanpa adanya gejala dan tanda penyakit, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, juga bisa berupa vaksin HPV yang bisa mencegah HPV 16 dan 18, yang merupakan 80 persen penyebab kanker serviks. Sedangkan pencegahan sekunder atau sering disebut skrining merupakan upaya menemukan kondisi prakanker dengan cara deteksi dini dengan Pap smear atau Inspeksi Visual Asam (IVA).