Mitos yang Salah Mengenai Penyakit Jantung

Mitos yang Salah Mengenai Penyakit JantungSebagian besar masyarakat tidak terlalu memikirkan kesehatan jantungnya sampai terjadi sesuatu. Padahal organ yang berukuran sekepalan tangan manusia ini memiliki fungsi penting bagi tubuh.

ada 5 mitos yang salah mengenai kesehatan jantung, yaitu:

Sangat mudah mengenali seseorang yang terkena serangan jantung.
Di berbagai film adegan serangan jantung selalu identik dengan seseorang yang memegang dada sebelah kiri, napasnya terengah-engah dan mulai berkeringat. Rasa nyeri di dada sebelah kiri yang menjalar ke lengan memang ciri-ciri serangan jantung

Seseorang akan terbebas dari penyakit jantung jika mengonsumsi makanan bebas lemak trans.
Lemak trans memang bukan teman yang baik untuk jantung, tapi membeli semua makanan yang berlabel bebas lemak trans bukanlah cara yang baik untuk melindungi jantung.

Seseorang hanya merasa stres dan cemas, tapi tidak memiliki masalah pada jantung.
Sebagian besar orang yang merasa stres atau cemas akan lari ke hal-hal yang tidak menyehatkan seperti minum alkohol atau merokok, jika terjadi terus menerus akan berisiko merusak jantung.

Jangan khawatir, penyakit jantung hanya menyerang orang paruh baya.

Seseorang yang sudah tua memang memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih besar, tapi bukan berarti orang yang masih muda bebas penyakit jantung. Hal ini karena gaya hidup yang dijalani masyarakat sudah tidak sehat seperti terlalu banyak konsumsi fast food, kurangnya aktivitas fisik serta pola hidup tak sehat lainnya.

Orang yang fit tidak perlu mengkhawatirkan jantungnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung adalah genetik, jika orangtua memiliki gangguan pada jantung akan membuat faktor risikonya menjadi lebih besar. Selain itu riwayat kesehatan juga bisa mempengaruhi seperti penyakit diabetes, tekanan darah tinggi atau gangguan kolesterol.