Lima Mitos yang Salah Mengenai Selulit

Lima Mitos yang Salah Mengenai SelulitSelulit adalah tumpukan lemak yang terbentuk di bawah kulit seseorang sehingga menyebabkan permukaan kulit terlihat menonjol. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh adanya retensi air yang meningkat, tekanan dari jaringan ikat yang menarik di atas kulit atau sirkulasi yang buruk. Selulit merupakan kondisi yang bisa mengganggu penampilan dan membuat kepercayaan diri seseorang menurun. Tapi sayangnya masih banyak mitos-mitos seputar selulit yang salah. Ini dia fakta mengenai selulit.

Ada lima mitos yang salah mengenai selulit, yaitu:

Mitos: Olahraga bisa menghilangkan selulit.
Fakta: Selulit terjadi pada lapisan lemak yang terletak sekitar 1-1,5 mm di bawah kulit, sedangkan lemak yang terbakar saat olahraga terletak lebih dalam dari itu. Olahraga memang disarankan untuk mengurangi lemak dan membuat tubuh lebih sehat, tapi tidak untuk mengusir selulit.

Mitos: Hanya orang dengan kelebihan berat badan yang bisa memiliki selulit.
Fakta: Selulit tidak mendiskriminasikan ukuran tubuh seseorang. Hal ini karena selulit terjadi ketika jaringan lemak di bawah kulit rusak, sehingga tidak berhubungan dengan lapisan lain dari lemak atau otot. Selain itu selulit juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon.

Mitos: Selulit bisa dihilangkan melalui sedot lemak.
Fakta: Teknik ini tidak dapat menghilangkan selulit, tapi hanya bisa menghilangkan lemak di lapisan bawahnya saja. Selain itu risiko dari sedot lemak ini juga bisa meningkatkan jumlah selulit karena tubuh kehilangan elastisitas kulitnya sehingga menjadi lebih longgar.

Mitos: Kopi dapat mengurangi munculnya selulit.
Fakta: Cairan kafein pada kulit memang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak, tapi hingga kini khasiat dari kopi untuk menghilangkan selulit belum diketahui dengan pasti.

Mitos: Laki-laki tidak bisa terkena selulit.
Fakta: Meski selulit identik dengan perempuan, laki-laki juga bisa kena. Namun karena adanya perbedaan hormon, maka sel-sel lemak yang yang terbentuk pada laki-laki tidak akan jelas terlihat. Umumnya laki-laki memiliki selulit di leher atau perut, sedangkan perempuan paling banyak terjadi di paha, kaki dan bokong.