Cek Darah yang Sebaiknya Dilakukan Pria

Cek Darah yang Sebaiknya Dilakukan PriaCara pemeriksaan kesehatan yang penting adalah pengecekan darah. Bagi pria setidaknya ada enam cek darah penting yang sebaiknya jangan dilewatkan. Darah bisa menungungkapkan rincian penting mengenai kondisi yang terjadi di dalam tubuh seseorang, karenanya terkadang seseorang bisa mengetahui gangguan atau penyakit di tubuhnya melalui pemeriksaan darah.

Ada enam pemeriksaan darah yang sebaiknya dilakukan oleh kaum laki-laki yaitu:

Cek kadar gula dalam darah.
Tes darah ini bisa menjadi pelacak untuk gangguan diabetes tipe 2, untuk penyakit diabetes tipe 2 ini dilakukan sebelum dan sesudah puasa. Jika didapatkan nilai yang tinggi pada salah satu pemeriksaan, maka disarankan untuk melakukan tes toleransi glukosa oral (oral glucose-tolerance test/OGTT).

Cek darah lengkap.
David Perkins, MD seorang ahli penyakit dalam di St Davids, Pennsylvania menuturkan dengan melakukan cek darah lengkap diketahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, platelet darah, proporsi sel darah merah dalam total volume darahnya serta pengukuran kadar hemoglobin.

Cek darah untuk mengetahui kadar lemak.
Pada pemeriksaan darah ini dapat diketahui jumlah kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat/LDL (sebaiknya di bawah 130 mg/dl darah) dan juga trigliserida (sebaiknya kurang dari 150 mg/dl darah). Jika memiliki faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskuler, riwayat keluarga hipertensi atau perokok, maka kadar LDLnya harus di bawah 100 mg/dl darah.

Cek darah untuk pemeriksaan tiroid.

Meski gangguan tiroid lebih banyak terjadi pada perempuan, tapi bukan berarti laki-laki terbebas dari penyakit ini. Kadar stres dan juga kurangnya tidur bisa menjadi biang keladi dari gangguan tiroid.

Cek darah untuk pemeriksaan prostat.

Gangguan prostat merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum pria. Karenanya pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) bisa menjadi deteksi dini, jika nilainya tinggi kemungkinan menunjuk pada pembesaran prostat jinak atau infeksi bakteri yang dikenal dengan prostatitis.

Cek darah sebagai tanda peradangan.

Peradangan di arteri bisa dilacak dengan melakukan pemeriksaan terhadap kadar C-reactive protein (CRP) di dalam darah. Jika kadar CRP dan total kolesterolnya tinggi, maka berisiko lebih besar terkena serangan jantung. Pemeriksaan ini sangat sensitif terhadap segala macam peradangan, untuk itu sebaiknya dilakukan dua kali paling tidak berjarak sebulan dan diambil nilai rata-ratanya.