Seks Bisa Aman Saat Hamil

Ada beberapa posisi berhubungan intim yang aman saat hamil.

Ada mitos yang mengatakan, berhubungan seksual selama hamil dapat membahayakan janin. Tetapi, setiap pasangan boleh saja berhubungan seks, meski sang istri sedang hamil. Ada beberapa posisi berhubungan intim yang aman saat hamil. Kehamilan jangan menjadi penghalang untuk memperoleh kepuasaan saat berhubungan seksual. Justru banyak perempuan merasakan kenikmatan lebih saat menjalani hubungan seks di saat hamil dibanding sebelum dirinya mengandung. Inilah posisi bercinta yang aman bagi wanita hamil.

Berikut  posisi aman dalam berhubungan seks bagi wanita hamil:

Posisi pertama: Woman on top
Rebahkan tubuh anda di atas pasangan. Dapat dilakukan dengan cara menghadap ke mukanya atau menghadap kaki.

Posisi kedua: Posisi missionary gaya baru
Lupakan posisi missionary klasik, sebab tidak dapat dilakukan dengan keadaan perut Anda yang sedang membesar. Berbaringlah dengan lutut ditarik dan kaki menempel di dadanya, atau dengan kaki lurus ke atas dan bersandar pada pasangan. Lebih nyaman, letakkan bantal di bawah.

Posisi Ketiga: Menyamping

Anda dan pasangan berbaring berdampingan dan saling berpandangan. Cara ini sangat praktis dilakukan pada trimester ketiga kehamilan.

Posisi Keempat: Menyendok

Anda berbaring miring dalam posisi meringkuk. Cara ini aman bagi Anda yang memasuki masa akhir kehamilan.

Posisi Kelima: Duduk

Gaya ini bisa Anda lakukan di tempat tidur atau sofa yang nyaman. Yang perlu diingat adalah Anda tetap harus waspada dan jangan coba-coba dengan gaya yang bisa membahayakan kandungan.

penyebab pertengkaran pasangan suami-istri

Pembagian tugas dalam rumah tangga sering menjadi penyebab pertengkaran pasangan suami-istri. Pertengkaran rumah tangga sedikitnya menghabiskan 40 menit setiap hari. Sebanyak 35 % pertengkaran pasangan akibat membuang baju bekas pakai tidak pada tempatnya. Tugas mencuci pakaian menimbulkan pertengkaran sebanyak 24 %, membersihkan kotoran hewan peliharaan dan membuang sampah memicu pertengkaran sebesar 10 %.

Ini merupakan hasil riset terbaru yang melibatkan 135 pasangan di Inggris. Selama satu tahun, pasangan menjawab 13 pasang pertanyaan tiap hari. Hasilnya, pasangan menghabiskan 40 menit atau hampir 10 hari setahun mempersoalkan masalah rumah tangga. Seperenam pasangan pria mengaku mereka selalu berbohong agar tidak melakukan pekerjaan rumah tangga, dibandingkan pasangan wanita sebesar 7 %. Sepertiga pria mengaku pura-pura sakit. Sebanyak 30 % pasangan suami-istri mengaku menggunakan alasan pekerjaan, 24 % menyalahkan anak dan sepersepuluh di antaranya menyalahkan hewan peliharaan. pemimpin riset mengatakan pekerjaan rumah tangga mampu memicu pertengkaran, bahkan pada rumah tangga yang stabil.

Sepuluh masalah rumah tangga yang paling sering menimbulkan pertengkaran:

1. Membuang pakaian sembarangan
2. Mengabaikan perbaikan rumah
3. Mencuci pakaian
4. Tidak memperbaiki peralatan rumah tangga yang rusak
5. Tidak membuang sampah
6. Tidak merapikan kamar dan tempat tidur
7. Meninggalkan kamar mandi terbuka
8. Menyembunyikan sampah
9. Tidak membersihkan cucian piring
10. Memperbaiki sendiri peralatan rumah tangga

4 Ciri-ciri umum yang menunjukkan hubungan tidak sehat:

Merasa hubungan dengan pasangan makin menjauh, dan kerap membuat emosi Anda dan si dia sering meledak? Bisa jadi, hubungan percintaan Anda sedang tidak sehat.

Pertama: Selalu Bertengkar

Ini merupakan perilaku berbahaya dan tanda paling jelas dari hubungan tidak sehat. Setiap kali bertemu bertengkar, dan saling mengkritik bisa menjadi sinyal memudarnya perasaan cinta. Pasalnya, tidak ada pria yang rela membuat pasangannya merasa tertekan akibat ulahnya. Yang perlu Anda lakukan, adalah mempertimbangkan lagi, apakah hubungan ini layak dipertahankan atau tidak. Sebab, jika diteruskan tanpa ada jalan keluarnya, perilaku ini bisa memicu terjadinya kekerasan di antara Anda berdua.

Kedua:Tidak ada kesepakatan

Kepribadian yang berlawanan antara Anda dan si dia memang bisa membuat hubungan makin menarik. Tapi, bagaimana jika belakangan ini apapun yang Anda dan dua lakukan selalu berlawanan dan tidak ada kesepakatan? Entah, itu soal aktivitas yang ingin dijalani, keuangan, atau tentang masa depan. Hati-hati, ini bisa menjadi tanda hubungan tidak seimbang.

Ketiga:Terlalu tergantung

Di awal suatu hubungan normal bila pasangan selalu ingin menghabiskan seluruh waktu bersama. Namun, ketika hubungan terus berlanjut, Anda dan si dia perlu punya ruang sendiri. Dengan kata lain, tak perlu selalu harus bersama setiap saat. Jika hal ini tidak pernah terjadi, dan pasangan terus menuntut Anda untuk terus memberikan perhatian penuh, itu bukan pertanda baik untuk hubungan sehat.

Keempat:Kecemburuan

Banyak hubungan berakhir akibat racun dari sikap cemburu, terutama di zaman serba digital seperti sekarang ini. Semuanya terlalu mudah untuk mengintip segala gerak gerik pasangan Anda. Sebagai contoh, Anda selalu membuat kebiasaan kompulsif ketika berhadapan dengan email dan pesan teks si dia. Ini bisa jadi tanda ‘merah’, bahwa ada sesuatu yang salah yang bisa melunturkan tingkat kepercayaan. Jika tak ada kepercayaan, hubungan pun bisa di ambang kehancuran.