Zat Kimia Bisa Mengancam Organ Reproduksi

Zat Kimia Bisa Mengancam Organ ReproduksiKasus gangguan pada organ reproduksi akhir-akhir ini semakin meningkat. Selain kelainan pada organ reproduksi, berbagai penelitian menunjukkan anak-anak perempuan masa kini mengalami masa pubertas yang lebih cepat dibandingkan dengan beberapa dekade lalu. Gadis-gadis cilik di Amerika Serikat kini mengalami pubertas dini, yakni sudah dimulai pada usia 7 tahun. Masa pubertas ditandai dengan berkembangnya payudara dan tumbuhnya rambut kemaluan pada perempuan. Dalam laporan yang dimuat di jurnal Pediatrics, para peneliti mengemukakan ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi pubertas dini tersebut, antara lain adalah faktor genetik, lingkungan yang tercemar bahan-bahan kimia, bertambahnya lemak dalam tubuh, dan kegemukan.

Banyak bukti-bukti yang menyatakan bahwa pencemaran lingkungan berpengaruh pada berbagai gangguan kesehatan reproduksi. Bahaya paparan zat-zat kimia dari produk rumah tangga, termasuk bahan makanan. Ia mengatakan, beberapa bahan kimia yang terbukti berkaitan dengan kanker, gangguan perkembangan anak, asma, gangguan reproduksi, dan masalah kesehatan lainnya masih diizinkan untuk beredar. Mayoritas gadis yang mengalami pubertas lebih dini (sekitar usia 7 tahun) memiliki kadar zat kimia yang cukup tinggi dalam darahnya. Beberapa jenis bahan kimia tersebut sebenarnya sudah dilarang cukup lama, tetapi sebagian besar berasal dari zat pembersih yang biasa dipakai dalam rumah tangga.

Pubertas yang semakin muda dikhawatirkan berdampak pada peningkatan kanker payudara atau kanker rahim saat dewasa, juga masalah psikologis, mulai dari rendah diri, masalah makan, hingga depresi dan bunuh diri. Seorang ibu rumah tangga, menemukan tingginya zat toksik dalam darahnya selama  hamil. Ia sudah beberapa kali mengalami keguguran dan menduga racun dalam tubuhnya sebagai pemicunya.  Kemudian ini mengubah gaya hidupnya. Ia hanya mengonsumsi sayuran organik, menghindari ikan yang tinggi kadar merkurinya, tidak lagi memakai wadah makanan dari plastik, dan beralih pada produk-produk pembersih yang “hijau”.