Harapan Baru Perangi Malaria

Memerangi penyakit yang disebarkan nyamuk

Pemetaan gen pada tanaman obat malaria ini akan membantu ilmuwan mengembangkan spesies ini menjadi tanaman berproduksi tinggi serta memerangi penyakit yang disebarkan nyamuk tersebut. Para peneliti tanaman mengatakan, kode gen Artemisia akan membuat para ilmuwan mampu menyeleksi tanaman muda terbaik secara genetik dan menggunakannya sebagai tanaman induk untuk mengembangkan percobaan tanpa perlu pendekatan modifikasi genetik yang memerlukan banyak waktu. Pemetaan itu telah terbukti menjadi sarana penting bagi kami. Dengan pemahaman baru kami tentang genetika  Artemisia, kami dapat memproduksi varietas nonmodifikasi genetik yang lebih baik…jauh lebih cepat dibanding cara lain.

Sekitar 40 % penduduk dunia berisiko terserang malaria, penyakit yang berpotensi mematikan yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit itu menewaskan lebih dari sejuta orang di seluruh dunia setiap tahun, dan  korban tewas anak-anak di wilayah Afrika dan Asia mencapai 90%. Para ahli mengatakan, sekitar 6.500 hektare lahan — terutama di China, Vietnam, Afrika dan India — dikembangkan untuk tanaman tersebut pada  2009, yang menghasilkan  30 metrik ton  artemisinin per tahun — cukup untuk sekitar 60 juta pengobatan. Sebagian besar kalangan mengharapkan, kenaikan pendanaan untuk pengobatan malaria untuk mendorong permintaan ACT menjadi sedikitnya 200 juta per tahun dalam dua tahun ke depan. Namun, produksi artemisinin yang rendah di lahan Afika dan Asia menyebabkan bahan itu menjadi mahal dan penurunan areal tanaman telah meningkatkan kekhawatiran akan terjadi kekurangan artemisinin yang ikut menyebabkan lambannya pengobatan ACT di seluruh dunia.

Para ilmuwan mengatakan, mereka berharap mendapatkan benih berproduksi  tinggi untuk petani dalam dua hingga tiga tahun ke depan.Para ahli tanaman yang bekerja di  National Institute of Agricultural Botany di Inggris mengatakan akhir tahun lalu mereka meningkatkan produksi tanaman itu hingga tiga kali lipat dan menarik minat perusahaan obat. Para ilmuwan China juga berusaha meningkatkan produksi tanaman itu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bulan lalu bahwa peningkatan  pendanaan mulai memberikan hasil dalam upaya memberantas malaria tetapi diperlukan upaya yang lebih keras lagi.

Malaria baru ancam manusia

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa satu jenis baru penyakit malaria berpotensi mengancam manusia. Sebelumnya parasit Plasmodium knowlesi diperkirakan hanya menjangkiti kera. Namun ternyata parasit itu menyebar secara luas pada manusia di Malaysia, dan penyelidikan paling baru membenarkan bahwa parasit itu bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan cepat. Meski jenis baru penyakit ini hanya menyebar di Asia Tenggara, para peneliti memperingatkan bahwa akibat arus wisatawan ke wilayah ini kasus di negara barat akan segera muncul. Setiap tahun penyakit malaria menewaskan lebih 1 juta orang. Penyakit ini disebabkan oleh parasit malaria yang masuk ke dalam aliran darah manusia oleh nyamuk yang terjangkit parasit itu. Dari empat parasit malaria yang sering menyebabkan penyakit itu pada manusia.

Berkembang biak dengan cepat

P. knowlesi memiliki kemampuan berkembang biak di dalam darah setiap 24 jam – artinya berpotensi membahayakan. Salah satu peneliti tim itu, Profesor Balbir Singh, mengatakan dengan kemampuan itu berarti diagnosa dan pengobatan cepat sangat penting. Para peneliti memeriksa 150 pasien malaria yang masuk rumah sakit Sarawak, Malaysia, antara bulan Juli 2006 dan Januari 2008. Mereka menemukan bahwa P. knowlesi menjadi penyebab dari dua pertiga kasus, dan menyebabkan spektrum penyakit yang luas. Sebagian besar penyakit itu tidak menyebabkan komplikasi dan dengan mudah diatasi dengan obat seperti clhoroquine dan primaquine. Akan tetapi, satu dari 10 pasien akhirnya menderita komplikasi seperti kesulitan pernapasan dan ginjal dan dua pasien meninggal.

13 Nyawa terenggut malaria

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2009 mencatat 13 orang di provinsinya meninggal dunia akibat terjangkit malaria. Jika dilihat dari kejadian tahun-tahun sebelumnya, pada 2009 tidak terjadi peningkatan kasus malaria. Dengan kata lain, kondisi itu masih berada dalam rata-rata tahun sebelumnya. Pada tahun 2009 tercatat 4.429 kunjungan malaria klinis atau dengan kata lain para pasien yang didiagnosa terjangkit malaria namun belum diperiksa darahnya. Dari jumlah 4.429 kunjungan malaria klinis tersebut sebanyak 3.532 orang diambil darahnya untuk diperiksa laboratorium dan hasilnya sebanyak 1.167 orang positif terkena malaria.

Salah satu gejala malaria yaitu seseorang akan terkena demam selama dua sampai tiga hari disertai menggigil, keluar keringat dingin, dan kondisi badan terasa lemah lesu. Kebanyakan penderita malaria adalah orang dewasa, sedangkan daerah yang rawan penyebaran nyamuk malaria yaitu di kawasan pertambangan atau kawasan hutan yang terdapat banyak genangn air sehingga perkembangan nyamuk malaria tumbuh subur di sana. Warga Kalsel yang khususnya bekerja di kawasan pertambangan maupun hutan diminta mewaspadai malaria karena pada musim kemarau  perkembangan nyamuk malaria cukup pesat dan frekuensi menggigit nyamuk akan lebih banyak.