Pengobatan Usus Dengan Mencangkok Bakteri Baik Fases

Pengobatan Usus Dengan Mencangkok Bakteri Baik FasesMeskipun menjijikkan, feses alias tinja ternyata bisa dipakai untuk pengobatan usus. Caranya dengan mencangkok (transplantasi) bakteri baik di feses tersebut untuk mengobati usus besar pasien yang sakit akibat infeksi C-diff. Cangkok tinja memang tidak umum dan baru kali ini dilakukan. Selama ini transplantasi (cangkok) dilakukan untuk organ-organ tertentu di tubuh. Infeksi terhadap superbug (kuman super) C-diff semakin meningkat. Kuman ini bisa menyebabkan kerusakan di usus, tapi sayangnya tidak dapat ditaklukan dengan mengonsumsi obat antibiotik paling mahal sekalipun. Saat ini para dokter tengah mencoba pengobatan dengan cara mencangkokkan feses dari orang yang sehat ke dalam usus besar orang yang sakit.

Meskipun ada faktor menjijikkan, tapi laporan beberapa kasus dari jurnal medis dan juga pertemuan gastroenterologis menunjukkan terjadinya peningkatan pada pasien yang telah menderita berbulan-bulan akibat C-diff. Sebuah lingkungan bakteri secara keseluruhan ditransplantasi, sama seperti transplantasi organ hanya saja tidak menggunakan obat anti-penolakan. Dokter akan mengambil sidik jari genetik dari bakteri di usus sebelah kiri setelah seseorang menderita sakit akibat C-diff selama 8 bulan. Setelah itu dokter akan melakukan transplantasi feses yang mengandung bakteri baik. Beberapa pasien menderita diare ringan, tapi pada orang yang sudah tua atau memiliki kondisi lemah bisa mengembangkan gangguan yang parah disebut dengan colitis.