Referat Kedokteran: Varises Esofagus

Varises EsofagusVarises esophagus dapat ditemukan tanpa tanda penyakit yang nyata, misalnya pada obstruksi prahepatik. Terdapat bagian dari pembuluh darah submukosa esofagus yang melebar oleh karena tekanan yang meningkat di dalam system vena portal.

Jika varises esophagus belum pecah, maka sangat diperlukan penatalaksanaan medis terhadap hipertensi portal dan etiologinya. Varises yang besar dengan tekanan portal yang tinggi dapat menyebabkan esofagitis.

Beberapa kemungkinan yang dapat menjadi penyebab terjadinya suatu perdarahan varises esophagus adalah kenaikan tiba-tiba tekanan portal yang terjadi pada waktu muntah, atau pada perasat Valasava.

Jika ditemukan varises esophagus harus dipastikan bahwa varises itulah yang menyebabkan perdarahan. Perdarahan bukan berasal dari varises sekitar 30 persen. Sebab lain yang dapat menimbulkan perdarahan adalah gastritis hemoragik dan ulkus peptik.

Insidens Varises Esofagus

Perdarahan varises esophagus merupakan sebuah komplikasi mayor hipertensi portal akibat sirosis dengan angka kejadian 10-30% dari seluruh perdarahan saluran cerna bagian atas.

Perdarahan pada varices berhubungan dengan kesakitan dan kematian yang lebih substansial daripada penyebab perdarahan lain dengan biaya RS yang lebih tinggi. Lebih dari 30 %  episode perdarahan awal bersifat fatal dan 70 % yang selamat akan mengalami perdarahan ulang. Selain itu angka keselamatan setahun setelah perdarahan varises dapat buruk (32-80 %).

Dari 52 penderita sirosis hati yang telah dilakukan pemeriksaan endoskopi/esofagoskopi, ditemukan 43 varises esophagus, Dari 43 penderita sirosis hati dengan varises esofagus, 22 penderita yang mengalami hematemesis melena, sedang 9 penderita tanpa varises esofagus, tidak ada (0%) yang mengalami hematemesis melena.

Perbedaan ini bermakna (p < 0,05), berarti hematemesis melena dapat digunakan sebagai petunjuk kemungkinan adanya varises esofagus pada sirosis hati. Dari 52 penderita sirosis hati terdapat 38 penderita dengan splenomegali, 31 dari 38 penderita disertai varises esofagus. Dari 14 penderita tanpa splenomegali, 12 dari 14 penderita tersebut disertai dengan varises esofagus.

Secara statistik tidak ada perbedaan bermakna (p > 0,05). Ini menunjukkan, splenomegali bukan merupakan petunjuk yang dapat digunakan untuk menyatakan ada tidaknya varises esophagus pada penderita sirosis hati. Pada penelitian ini menunjukkan, dari 38 penderita hepatomegali, 33 penderita disertai varises esofagus.

Dari 14 penderita tanpa hepatomegali, 10 penderita yang disertai dengan varises esofagus. Secara statistik hasil tersebut tidak menunjuk- kan perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Ini menunjukkan bahwa hepatomegali bukan merupakan petunjuk ada tidaknya varises esofagus  pada penderita sirosis hati.

Dari 43 penderita dengan varises esofagus, 41 penderita (95,34%) disertai asites, dan 9 penderita yang tidak ditemukan varises esofagus, 8 penderita (88,89%) dengan asites. Dari hasil ini tidak ditemukan per- bedaan bermakna (p > 0,05), ini menunjukkan, asites tidak dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan ada tidaknya varises esofagus pada penderita sirosis hati.