Bahaya Penyakit Gigi

Sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat di tahan oleh semua orang.

Bahaya Penyakit GigiSakit gigi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat di tahan oleh dewasa, orang tua, maupun anak-anak. Banyak orang tidak mengetahui bahayanya penyakit gigi terhadap diri kita sendiri. Tanggal 27 February tahun lalu,ada berita di Washington Post bahwa seorang anak berusia 12 tahun meninggal gara2 salah satu giginya abscess. Rupanya anak ini  berasal dari keluarga miskin,Tetapi ternyata timbul komplikasi, dimana kuman2 dari giginya yang abscess telah menjalar ke otak sehingga menyebabkan brain abscess.

Salah satu penyakit gigi yang banyak terjadi pada orang dewasa adalah Periodontal Disease/Periodontitis. Periodontitis adalah peradangan dari jaringan periodontium.

Periodontium terdiri dari 4 bagian :

1.Gum/ gusi

2.Alveolar bone/ tulang alveolar

3.Cementum/ lapisan luar dari akar gigi

4.Periodontal Ligament/serat2 yang memegang gigi ketulang alveolar.

Gusi berwarna merah & mudah berdarah selagi sikat gigi ,dental floss ataubenang gigi atau menggigit makanan yang keras.

– Gusi bengkak.

– Bau mulut yang aduhai.

– Gusi menyusut  sehingga gigi kelihatan panjang2.

– Gigi goyang.

Mengatasi Sakit Gigi dan Gigi Berlubang

Menderita sakit gigi bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Rasa sakitnya bahkan bisa membuat orang dewasa menangis. Gigi berlubang umumnya menjadi penyebab awal kita menderita sakit gigi.

Sakit Gigi

Gigi yang berlubang bukanlah disebabkan ulat seperti anggapan orang pada zaman dahulu.  Ia menemukan bahwa lubang gigi disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam  dan asam inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi. Sakit gigi tidak dapat dipandang sebelah mata seperti anggapan beberapa orang, karena bila didiamkan, dapat membuat gigi menjadi bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.

Mencegah Gigi Berlubang

Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:

Memeriksa gigi secara rutin

Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun Anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Dapat juga dideteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan.