Benarkah Hubungan Seks dengan Berdiri Cegah Kehamilan?

Benarkah Hubungan Seks dengan Berdiri Cegah KehamilanKehamilan hanya bisa dicegah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Meski hubungan seks dilakukan dalam keadaan berdiri bukan berarti gaya gravitasi bisa mencegah sel sperma membuahi sel telur, sehingga mangakibatkan pembuahan gagal.

Faktanya, dalam posisi apapun, sperma tetap dapat masuk ke rahim dan membuahi sel telur. Terutama jika hubungan tersebut dilakukan saat wanita sedang dalam masa subur. Bahkan tak ada gunanya pula bila setelah berhubungan intim sambil berdiri, istri melompat-lompat agar air mani (semen) keluar lagi. Meskipun demikian sebenarnya sperma masih bisa masuk ke rahim.

Dr. Dwiana Ocviyanti menegaskan bahwa anggapan berhubungan seks berdiri bisa mencegah kehamilan hanyalah mitos belaka. Sperma bisa berenang di saluran vagina dan membuahi sel telur dengan cepat.

Setiap hubungan seks vaginal yang dilakukan bisa membuka peluang terjadinya kehamilan. Meskipun seks dilakukan dengan berdiri, atau wanita di atas bahkan jika dilakukan di kolam renang atau bak mandi air panas. Wanita masih berpotensi hamil jika seks dilakukan saat masa subur.

Perlu diketahui bahwa sperma sangat gesit, cepat, dan bisa berenang melawan gravitasi. Saat sperma masuk ke dalam vagina, mereka akan menuju sel telur wanita. Meski terkadang air mani yang diejakulasikan pria akan cepat keluar dari vagina saat hubungan seks dilakukan sambil berdiri atau wanita di atas. Namun, sperma masih mampu berenang menuju rahim hingga menyebabkan kehamilan. Sekalipun pria menarik keluar penisnya dan berejakulasi di bibir luar vagina maka sperma masih tetap bisa berenang mencari pasangannya.

Bukanlah semen atau air mani yang bisa membuat wanita hamil melainkan sel-sel spermatozoa yang terdapat dalam cairan semenlah yang bisa menyebabkan kehamilan. Setelah berhubungan intim air mani akan keluar dengan sendirinya sesudah 5 menit di dalam vagina. Anda tak perlu bersusah payah mengeluarkan air mani dengan melompat-lompat atau melakukan posisi seks berdiri.

Posisi seks berdiri boleh saja dilakukan sebagai variasi dalam seks, namun ketahuilah bahwa posisi tersebut bukan berarti dapat mencegah kehamilan. Jika Anda berniat untuk menunda kehamilan sebaiknya gunakanlah alat kontrasepsi yang efektif mencegah kehamilan.


Topik Terkait:
, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>