Waspadai Rasa Nyeri Saat Menstruasi

Waspadai Rasa Nyeri Saat MenstruasiRasa sakit yang timbul pada perut sebelum terjadi menstruasi saat ini banyak dialami oleh sebagian wanita tiap bulannya lalu mengapa hal ini dapat terjadi? Banyak wanita menghadapi rasa sakit dibagian perut setiap bulan masalah ini seharusnya di antisipasi dan diwaspadai karena terkadang hal ini dianggap sebagai hal yang normal tetapi kadang pula membuat penyakit yang serius.

Menurut dari berbagai sumber yang kami dapatkan rasa nyeri yang timbul pada saat sebelum menstruasi dapat dikatakan normal dan terkadang pula mengakibatkan penyait kista dan kemandulan rahim. Menurut Dr. Caroline, nyeri haid memang bisa menjadi tanda awalnya penyakit kista. Kista, kantung berisi cairan ini ditakuti oleh sebagian besar perempuan. Orang biasanya akan mengaitkan kista dengan nyeri perut bawah dan ini membuat perempuan sulit memiliki anak tetapi menurut sang dokter. Kista sebetulnya bisa hilang sendiri, jadi tak perlu dikhawatirkan.

Kista bisa muncul di beberapa bagian tubuh, bukan hanya di rahim. Ada kista yang terdapat di payudara, jaringan tiroid, kulit, simpul, saraf, dan mata. Tapi memang yang banyak terjadi adalah kista pada indung telur (ovarium).

Setiap perempuan memiliki dua indung telur, di kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut folikel.

Folikel adalah struktur berisi cairan yang menjadi tempat pertumbuhan sel telur. Setiap bulan folikel ini membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur matang.

Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur matang ini tidak dibuahi, folikel akan mengecil dan menghilang dalam 2-3 minggu. Proses ini akan terus berulang sesuai siklus haid seorang perempuan. Jika ada gangguan proses siklus ini, maka kemungkinan bisa terjadi kista.

Mengenai terjadinya kemandulan Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Susie Rendra, kondisi itu disebabkan kadar estrogen menurun, sehingga menye­babkan perubahan hormonal. Sebab, gejala menstruasi itu bermacam-ma­cam, seperti sakit kepala, kulit kusam, nyeri perut sampai membuat se­seorang pingsan.

“Menstruasi datang setiap bulan dan tidak bisa dihindari, kecuali waktu hamil. Rasa nyeri yang datang bersamaan lebih disebabkan karena endrometriosis,” ujar Susie.

Endrometriosis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan rongga rahim. Kondisi ini bia­sanya terjadi pada wanita subur yang berusia 25-44 tahun, dan 25-50 persen wanita mandul serta bisa juga terjadi pada usia remaja.

“Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim,” katanya.

Ia menyarankan, saat menstruasi datang, carilah aktivitas yang bisa mengalihkan pikiran dari rasa nyeri, misalnya olahraga agar rasa nyeri bisa berkurang.

“Namun jika mengalami dismenore atau nyeri yang berlebihan saat menstruasi, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar rahim kandungannya tidak terganggu,” saran Susie.

Dikatakan, wanita Asia, termasuk wanita Indonesia, mengalami 400-450 kali menstruasi se­lama hidupnya dan rata-rata berlangsung lima hari. Bisa dibayangkan, berapa banyak pem­balut yang dia pakai selama hidupnya, bisa mencapai 8.000 lembar.

Untuk mengatasi rasa tidak nyaman selama datang bulan, kata Susie, sebaiknya memilih pem­balut yang tipis. Selain itu, pakai celana dalam dari bahan katun, serta hindari pemakaian antiseptik yang berlebihan.

Dia menjelaskan, ketika menstruasi dibutuhkan pembalut yang dapat menyerap dengan cepat agar permukaan pembalut tetap kering, sehingga bebas lembab dan tak menyebabkan iritasi, atau rasa gatal di bagian kewanitaan.

Ketidaknyamanan saat haid, lanjutnya, juga sering muncul karena kesibukan para perempuan moderen yang dinamis dan aktif, yang mengakibatkan keterbatasan waktu untuk dapat meng­ganti pembalut secara terus menerus, terutama pada hari-hari awal menstruasi.