Tips Pencegahan Penyakit Chlamydia

Tips Pencegahan Penyakit ChlamydiaPerkembangan emosional remaja sekarang ini bisa dikatakan sudah tidak bisa lagi terkontrol apalagi jika kita berbicara masalah seks bebas bukan lagi hal yang dianggap tabu saking bebas seorang melakukan seks sebuah penelitian membuktikan bahwa 22,6% remaja yang ada di Indonesai sangat dekat dengan kehidupan seks bebas sedangkan pengetahuan mereka tetang sebuah penyakit yang ditimbulkan sangat minim.

Banyak penyakit yang dapat timbulkan jika seseorang itu sering melakukan seks bebas dan salah satunya adalah penyakit Chlamydia. Infeksi Chlamydia adalah infeksi menular seksual umum pada manusia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi Chlamydia istilah juga dapat merujuk kepada infeksi yang disebabkan oleh spesies yang termasuk keluarga bakteri Chlamydiaceae. C. trachomatis hanya ditemukan pada manusia. Chlamydia merupakan penyebab infeksi utama genital manusia dan penyakit mata. Infeksi Chlamydia adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum di seluruh dunia.

Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada saluran seni (urethra), leher rahim (cervix), jalur pelepasan dubur, tenggorokan, dan mata. Meskipun mengakibatkan banyak kerumitan, namun dapat dicegah.

Klamidia dalam bahasa Indonesia-nya, kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga beraksi tanpa gejala. Di Amerika, Klamidia termasuk yang paling dapat diobati, tetapi telah menginfeksi sekitar empat juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.

Bagaimanakah penularannya?
Seks bebas tentu saja. Chlamydia tersebar melalui hubungan intim dengan penderitanya, akan lebih rentan lagi jika Anda giat berganti pasangan. Penyakit ini timbul 2-14 hari setelah terinfeksi. Jika sudah demikian penderita bisa mengidap penyakit ini selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tanpa mengetahuinya.

Bagi wanita, akan mengalami kejang di perut bagian bawah, perubahan jadwal haid, sakit saat buang air kecil, pendarahan dan perubahan lendir pada alat kelamin. Sedangkan pada pria, akan mengeluarkan lendir pada kemaluan, sakit saat buang air kecil, sakit dan bengkak pada buah zakar.

Bahkan pada wanita dan pria, infeksi pada dubur bisa terjadi tanpa sepengetahuan penderita. Penderita hanya akan merasakan sakit dan lendir pada dubur.

Pencegahan
Pencegahan bisa dilakukan dengan tidak melakukan aktifitas seks sebelum menikah, setialah pada pasangan, jauhi perilaku seks menyimpang dan beresiko, dekatkan diri kepada Tuhan dan ajaran agama, filtrasi ajakan, dorongan, atau pun himbauan yang mengajak langsung ataupun tidak langsung kepada perbuatan amoral, seperti melalui media-media informasi seperti televisi, radio, majalah, koran, internet, dan sebagainya, itulah yang perlu dilakukan.