Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Ganggang

Pengobatan Degeneratif dengan GanggangDalam pembahasan ini kita akan membahas kondisi yang secara historis telah diklasifikasikan sebagai degeneratif. Gangguan ini umumnya ditandai dengan hilangnya neuron dan gliosis sekunder (jaringan parut) tanpa bukti peradangan besar atau nekrosis jaringan. Banyak penyakit yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai degeneratif sekarang diketahui terkait dengan defisiensi metabolik tertentu atau memiliki penyebab yang lain. Lainnya ditularkan oleh agen infeksi.

Namun, kita masih tersisa dengan sejumlah besar penyakit progresif etiologi tidak diketahui, dan klasifikasi mereka didasarkan pada temuan patologis dan klinis. Hal ini berlaku dari banyak gangguan ganglia basal dan sisanya dari sistem ekstrapiramidal. Seiring dengan berjalannya waktu, sangat mungkin bahwa proses biokimia dan patofisiologi tertentu yang mendasari banyak penyakit ini akan dijelaskan dan klasifikasi mereka akan berubah.

Tak ada obat medis yang bisa menyembuhkan penyakit ini secara ilmiah. Namun, penyakit degeneratif nyatanya bisa diminimalisasi dengan Cryptomonadales, sejenis ganggang yang hidup di air tawar bersih dan memiliki kandungan nutrisi lengkap untuk membantu meregenerasi sel-sel yang telah rusak.

Ganggang (algae) Cryptomonadales ditemukan oleh Wang Shun Tee, seorang dosen biodemikal dan guru besar di Ping Tung Technology University Taiwan. Ia telah melakukan riset selama 30 tahun sebelum akhirnya menemukan ganggang tersebut. ”Cryptomonadales adalah ganggang berbentuk elips yang merupakan produk baru yang dikembangkan melalui proses bioteknologi,” ungkap Wang Shun Tee.

Menurut Wang Shun Tee, Cryptomonadales adalah spesies dengan mutu terbaik dari jenis Chlorella sorokiniana. Cryptomonadales, lanjut dia, adalah ganggang (algae) berbentuk elips yang merupakan produk baru hasil penelitian dan pengembangan dari dua jenis ganggang unggul, yakni Chlorella dan Spirulina.

Dia mengaku mengembangbiakkan sendiri Cyptomonadales dengan prosedur, perawatan, dan seleksi yang sangat ketat. ”Cryptomonadales tumbuh sangat cepat, bibit yang stabil, dengan membran sel yang tipis, dan mengandung Cryptomonadales Growth Factor (CGF) yang tinggi, vitamin, dan elemen-elemen langka lainnya,” jelasnya.Cryptomonadales, kata Wang, memerlukan energi solar untuk membawa proses fotosintesis. Artinya, hanya memerlukan udara, air, dan matahari.

Penambahan produksi dari Cryptomonadales di setiap generasi, lanjut dia, dari satu sel dapat menjadi empat dalam waktu 24 jam. ”Perkembangannya cepat sekali dibanding buah atau sayuran yang butuh empat hingga enam bulan untuk panen. Dengan populasi penduduk di dunia yang terus bertambah, ini bakal membantu karena produksinya cepat,” tegasnya.

Wang yang juga direktur utama Chlorella International kemudian mendapat dukungan penuh Departemen Kesehatan Taiwan melalui serangkaian penelitian yang diketuai Prof Ih-Jen Su PhD, alumnus Harvard Medical School USA, serta Dr Chun Chian Yu dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi, dan Prof Shi Dan Jan dari Departemen Bioteknologi, Cheng Kung University, Taiwan. Dari riset itu lahirlah tablet, bubuk, dan ekstrak cairan Cryptomonadales yang sangat cepat diserap tubuh. Selain itu, dalam riset medis juga telah membuktikan bahwa Cryptomonadales mengandung konsentrasi yang tinggi dari asam lemak tak jenuh berkualitas tinggi dan aktivator PPAR (Peroxisome Proliferator Activated Receptors, Micro Lipid Activating Receptor, atau Chlorella Lipid Substance). `’Cryptomonadales juga mengandung konsentrasi protein, karbohidrat, dan asam lemak tak jenuh yang tinggi,” ujar Wang