Jauhkan Jantung Anda dari obat Antipsikotik Baru

Jauhkan Jantung Anda dari obat Antipsikotik BaruSebelum melangkah lebih jauh sebaiknya anda harus tahu apa yang di maksud dengan antipsikotik. Antipsikotik juga dikenal sebagai neuroleptik atau obat penenang utama obat ini adalah kelas obat psikiatri dan terutama digunakan untuk mengelola psikosis (termasuk delusi, halusinasi, atau pikiran yang tidak teratur), khususnya di skizofrenia dan gangguan bipolar, dan semakin banyak digunakan dalam manajemen gangguan non-psikotik (ATC kode N05A).

Kaitan antara penggunaan obat antipsikotik lama, seperti haloperidol dan thioridazine, dan kematian mendadak akibat jantung telah dipahami dengan baik. Obat-obatan ini meningkatkan risiko kematian mendadak akibat jantung sebanyak 2 kali lipat.

Namun karena obat antipsikotik lama tersebut menyebabkan kelainan gerak pada pasien, maka penggunaannya cenderung digantikan oleh obat antipsikotik generasi kedua, seperti Zyprexa, Risperdal, serta Seroquel.

Penelitian tersebut menguatkan fakta sebelumnya bahwa pengguna obat-obatan antipsikotik lama (haloperidol dan thioridazine) memiliki risiko sebesar 2 kali lebih besar terkena kematian mendadak akibat jantung dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat-obat tersebut.

Akan tetapi penelitian ini juga menemukan fakta lain bahwa para pengguna obat-obat antipsikotik baru pun memiliki risiko serupa, bahkan lebih besar lagi (melebihi 2 kali lipat). Risiko kematian mendadak ini meningkat sebanding dengan dosis yang diberikan.

Untuk mengatasinya, para peneliti menyarankan untuk mengadakan pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) pada waktu sebelum dan setelah pasien menggunakan obat antipsikotik. Diharapkan kondisi jantung pasien dapat termonitor dengan baik sehingga risiko kematian mendadak dapat diturunkan.

Selama tahun 1990 hingga 2005, para peneliti di Vanderbilt University School of Medicine dan Geriatric Research, Education, and Clinic Center di Nashville memeriksa data medis 93.300 orang yang menggunakan obat-obatan antipsikotik baru dan lama, serta sebanyak 186.600 orang yang tidak menggunakan obat antipsikotik.


Topik Terkait:
, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>