Waspada Penyakit Sifilis Berbahaya

Waspada Penyakit Sifilis BerbahayaSifilis adalah penyakit yang sangat serius yang dapat mempengaruhi otak dan organ tubuh lainnya. Ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis telah dikenal menimbulkan epidemi global semenjak era pasca kolonisasi Colombus pada Abad 16. Baru pada tahun 1910 Schaudinn dan Hoffman berhasil mengidentifikasi Treponema pallidum sebagai penyebab utama sifilis.

Selanjutnya Wasserman berhasil menemukan metode diagnostik sifilis. Selain Treponema pallidum yang dapat menyebabkan sifilis, dikenal juga Treponema pertenue yang menyebabkan Yaws, Treponema pallidum endemicum yang menyebabkan Bejel dan Treponema carateum yang menyebabkan Pinta. Keempat bentuk sifilis tersebut tidak dapat dibedakan secara pemeriksaan serologis, morfologis ataupun melalui analisis genom. Umumnya anak-anak yang terkena sifilis termasuk dalam sifilis kongenital, dimana merupakan infeksi vertikal dari ibu yang sebelumnya telah terinfeksi Treponema pallidum.

Seseorang dapat terinfeksi oleh bakteri penyebab sifilis seumur hidupnya jika tidak diobati. Umumnya sifilis pada manusia akan melalui tiga tahapan penyakit. Tahap pertama, setelah invasi bakteri melalui mukosa atau kulit, bakteri penyebab sifilis akan segera menyebar dan berkembang biak. Beberapa jam setelah infeksi munculah lesi primer biasanya berupa borok yang sangat infeksius. Lesi primer ini akan menetap selama tahapan pertama ini dan akan berlanjut pada tahapan kedua atau tahapan sekunder. Sifilis sekunder biasanya akan ditandai dengan adanya ruam kulit di seluruh tubuh.

Terjadinya ruam dikarenakan adanya invasi spirochaeta di dalam ektodermal (kulit, membran mukosa dan susunan saraf pusat). Invasi ini kemudian akan direspon tubuh sebagai reaksi inflamasi. Lesi pada mukosa dan kulit ini akan menetap antara 6 sampai 12 minggu dan bisa terjadi relaps dalam satu tahun pertama setelah infeksi. Selanjutnya sifilis berkembang menjadi sifilis tersier, yang bisa berbentuk asimtomatik (laten) ataupun simtomatik yang biasanya menyerang organ. Keluhannya bergantung kepada organ yang diserang, paling banyak menyerang susunan syaraf pusat yang kemudian dikenal sebagai neurosifilis. Pada neurosifilis biasanya terjadi kerusakan cortex cerebral sehingga bisa muncul gangguan prikiatrik dan keluhan-keluhan neurologis lainnya.

Sifilis juga dapat ditularkan secara transplasenta dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. Rasio infeksi dari ibu yang terinfeksi sifilis dan tidak diobati sekitar 90%, terutama meningkat apabila terjadi sifilis sekunder atau tersier. Sifilis pada janin yang dikandung dari ibu yang tidak diobati dapat mengakibatkan ketulian, gangguan neurologis, gangguan dan deformitas tulang dan kematian.

Loading...