Hindari Berhubungan Intim dengan Posisi Berdiri

Hindari Berhubungan Intim dengan Posisi BerdiriBerhubungan intim dengan pasangan tentunya tujuan yang diharapkan ialah kepuasan masing-masing bagiamanapun model dan style yang di gunakan asalakan jangan sampai anda menyentuh bagian dubur atau lobang anus pasangan anda karena itu dilarang dalam islam maupun dalam dunia medis. Tetapi kali ini setengah baya akan membahas seputar berhubungan intim sambil berdiri ada apa dengan berhubungan intim sambil berdiri?

Posisi seks berdiri dipercaya dapat memperlambat laju gerakan sperma di dalam rahim ketika berenang menuju saluran tempat sel telur berada. Apakah benar jika kita melakukan hubungan seks sambil berdiri akan mengurangi risiko kehamilan? Mari kita lihat bagaimana pendapat medis tentang mitos ini.

Secara medis, satu-satunya metode yang terbukti dapat mencegah kehamilan terjadi adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Ada beberapa jenis metode kontrasepsi yang umum digunakan orang, dan posisi seks berdiri bukanlah salah satu dari jenis kontrasepsi yang dianjurkan kalangan medis.

Sebuah penelitian pernah dilakukan dan diketahui bahwa 1 dari 5 laki-laki percaya bahwa berhubungan seks berdiri tidak akan menyebabkan kehamilan pada pasangan. Kebanyakan mereka berpendapat bahwa hukum gravitasi dapat memperlemah dan mencegah sel sperma membuahi sel telur, sehingga mereka tidak lagi menggunakan kondom.

Tapi itu tidak benar. Dalam posisi apapun, sperma masih bisa masuk ke dalam rahim, menemukan sel telur dan membuahinya jika hubungan seks tersebut dilakukan tepat di masa subur wanita. Bahkan jikalaupun setelah berhubungan seks sambil berdiri, wanita melompat-lompat agar semen (air mani) keluar lagi, sperma masih tetap dapat masuk ke rahim. “Tidak benar, itu 100% mitos. Proses sperma berenang di saluran vagina dan membuahi sel telur terjadi dengan cepat” jelas Dr. Dwiana Ocviyanti, seorang ginekolog.,

Setiap kali seorang gadis berhubungan seks vaginal dengan seorang pria, dia beresiko hamil. Tidak peduli bagaimana atau posisi seks apa yang digunakan – apakah sambil berdiri, wanita di atas, atau melakukannya di kolam renang atau di bak mandi air panas – seorang gadis tetap memiliki kemungkinan hamil, jika melakukannya di masa subur

Sperma bisa berenang melawan gravitasi, dan mereka sangat gesit dan cepat. Begitu sperma berhasil masuk ke dalam vagina, mereka mulai berlomba menuju sel telur wanita. Kadang-kadang jika hubungan seks dilakukan sambil berdiri atau posisi wanita di atas, mungkin air mani yang diejakulasikan pria akan keluar dengan cepat dari vagina. Tapi sperma memiliki energi yang cukup untuk berenang, masuk ke dalam rahim dan menyebabkan kehamilan.

Ingat, bukan semen (air mani) yang membuat wanita hamil, melainkan sel-sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan semen-lah yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan. Jumlahnya sekitar 20 juta ekor sperma dalam setiap 1 ml air mani yang diejakulasikan pria. Sel-sel spermatozoa itu akan bergerak masuk ke dalam rahim mencari sel telur untuk dibuahi. Bahkan jika seorang pria menarik keluar penisnya dan berejakulasi di bibir luar vagina, spermanya masih bisa meloloskan diri dan berenang mencari pasangannya.

Fungsi air mani adalah sebagai makanan (nutrisi) bagi sperma agar memiliki energi yang cukup berenang di saluran rahim wanita. Setelah lima menit di dalam vagina, air mani tersebut akan keluar kembali dengan sendirinya. Tidak perlu lompat-lompat atau melakukan posisi seks berdiri, semua air mani tersebut akan keluar kembali. Tugasnya memang hanya untuk mengantar sperma masuk ke rahim wanita.

Risikonya sama besar dengan tertular atau menularkan Penyakit Menular Seksual (PMS) kapan saja anda melakukan hubungan seks (vaginal, anal, atau oral), dalam posisi apapun tanpa pengaman. Kondom dapat membantu mencegah kehamilan dan penularan PMS, jadi gunakan kondom untuk mencegah kehamilan, bukannya menggunakan posisi seks berdiri.

Jadi jelas bahwa itu adalah mitos, posisi seks berdiri tidak akan mencegah kehamilan terutama jika pasangan wanita anda berada di masa subur. Posisi seks berdiri tetap bisa dilakukan selama anda menganggapnya sebagai variasi seks. Jadi kesimpulannya, posisi seks apapun termasuk posisi seks berdiri dapat menyebabkan kehamilan. Selama ada sel sperma yang berhasil masuk ke rahim kemudian membuahi sel telur maka kehamilan bisa dipastikan dapat terjadi.


Topik Terkait:
, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>