Menghambat Perkembangan Kanker Payudara dengan Melatonin

Menghambat Perkembangan kanker Payudara dengan MelatoninMelatonin (5-methoxy-N-acetyltryptamine) adalah merupakan hormon yang memiliki peran penting terhadap regulasi fungsi biologis. Hormon melatonin berasal dari asam amino tryptophan sebagai prekursor sehingga produksi hormon melatonin sangat bergantung pada ketersediaan asam amino tryptophan di dalam tubuh kita. Tryptophan merupakan asam amino esensial yang produksi dalam tubuhnya sangat kecil sehingga perlu adanya asupan protein dari makanan.

Hormon melatonin ternyata tidak hanya berfungsi mengatur jam biologis tubuh ternyata dapat juga menghambat perkembangan kanker dalam tubuh hal ini telah dibertakan oleh seorang peneliti dari American Cancer Society. Alasannya mengapa melatonin dapat menghambat perkembangan kaker dalam tubuh karena melatonin merupakan antioksidan alami dari tubuh yang mampu mengurangi jumlah partikel radikal bebas.

Pengujian melatonin dilakukan dalam mengobati kanker pernah dilakukan oleh peneliti dari American Cancer Society tersebut dalam mengombinasikannya bersama kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, serta imunoterapi. Penelitian terbaru, melihat efek terapi melatonin dengan pertumbuhan tumor dan angiogenesis, yang merupakan pembentukan pembuluh darah baru yang membantu penyebaran tumor. Para peneliti pun menggunakan tikus sebagai bahan percobaan tersebut untuk menguji hormon tersebut.

Loading...

Tikus-tikus itu dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi suntikan farmakologis melatonin, satu jam sebelum lampu dimatikan selama 21 hari. Ini dilakukan untuk meningkatkan efek melatonin, karena hormon tersebut akan bekerja lebih aktif dalam gelap. Sementara kelompok kedua tidak mendapat suntikan apapun dan berfungsi sebagai kelompok pembanding.

Setelah 21 hari, para peneliti melihat perkembangan kanker dengan menggunakan sinar x-ray. Hasilnya, tikus yang menjalani terapi tersebut memiliki tumor yang lebih kecil.

Selain itu, mereka juga mengalami pertumbuhan sel kanker yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kedua. Hal ini terjadi karena terhambatnya pembuatan pembuluh darah baru yang digunakan sel kanker untuk menyebar dan memperbesar tumor.

Salah seorang peneliti dari Departemen Radiologi di Henry Ford Hospital, Adarsh Shankar, mengatakan bahwa penelitian mengenai efek melatonin terhadap kanker payudara adalah penelitian awal yang belum pernah dilakukan di tempat lain.

“Hal utama dari penelitian tersebut adalah bahwa sekarang kita tahu bahwa kita dapat menelusuri obat ini dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tumor,” ujar Shankar seperti dikutip laman Medical Daily.

Hubungan antara melatonin dengan tumor sudah pernah di beritakan sebelumnya. Beberapa bulan lalu ditemukan bahwa pria dengan melatonin tinggi bisa memangkas risiko kanker prostat sebanyak 75 persen.