Mencegah Kecanduan Nikotin dengan Bantuan Stimulan

Mencegah Kecanduan Nikotin dengan Bantuan StimulanSekarang ini jumlah orang yang sudah kecanduan dari nikotin tidak bisa lagi dihitung jumlahnya karena saking banyaknya. Namun dalam menyembuhkan mereka, sebuah penelitian dari National Institute of Mental Health mengatakan mereka dapat di cegah dengan bantuan dari obat stimulan pasiaen (ADHD) atau attention deficit hyperactivity disorder.

Obat stimulan memang telah lama dikaitkan dengan rokok. Beberapa studi menunjukkan bahwa beberapa kalangan, khususnya dewasa muda, yang sering mengonsumsi stimulan dalam kemasan minuman energi juga cenderung akan merokok.

Namun, hal ini akan menimbulkan kekhawatiran orangtua pasien ADHA, yang cemas bahwa pengobatan stimulan anak mereka akan mendorong mereka untuk melakukan kebiasaan yang merugikan. Menurut National Institute of Mental Health, keyakinan itu diperkuat analisa di masa lalu yang menjelaskan bagaimana para remaja penyandang ADHD punya kemungkinan dua atau tiga kali lebih besar untuk merokok, dibandingkan remaja yang tidak mempunyai kelainan ini.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics  menunjukkan bahwa mungkin kelainan itu sendiri lah yang mendorong kemungkinan peningkatan keinginan merokok. Sedangkan obat stimulan mungkin membantu mencegah timbulnya dorongan untuk merokok.

Menurut para peneliti Duke Medicine, nikotin dan pengobatan ADHD mempengaruhi jalur otak yang sama. Namun, nikotin bukanlah perawatan yang memadai untuk kelainan ini.  Peneliti lain meyakini banyak pasien ADHD terdorong untuk merokok karena mereka tidak disembuhkan dengan obat stimulan yang tepat.

Dalam pembahasan komprehensif dari 14 studi yang mempelajari kaitan antara merokok dengan pengobatan ADHAD, para peneliti mampu menilai data 2.360 peserta studi yang merupakan penderita ADHD. Hasilnya, mereka mendapati bahwa pasien ADHD yang secara berkala menerima obat stimulan, kecil kemungkinannya untuk merokok. Efek ini paling jelas terlihat untuk penderita kelainan ADHD dalan tingkat akut yang membutuhkan pengobatan yang terus-menerus.

Tetapi meskipun para peneliti mampu mengidentifikasi kaitan antara pengobatan stimulan penderita ADHD dengan menurunnya keinginan merokok, mereka tak mampu mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara keduanya.


Topik Terkait:
, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>