Melonjongkan Kepala dengan Cara Alami

Melonjongkan Kepala dengan Cara AlamiSebetulnya dalam melonjongkan kepala dengan cara alami adalah merupakan sejarah kuno dari praktek yang dapat ditelusuri ke suku modern dan peradaban kuno dari seluruh dunia. Modifikasi struktur fisik merupakan modifikasi yang sangat populer di masa kuno terutama tengkorak kepala, merupakan tradisi yang dilakukan oleh suku Mesir kuno, Aborigin, Hun, dan Maya. Prosesnya pun dilakukan saat bayi mereka masih berusia enam bulan.

Melonjongkan kepala di usia dewasa tentu bukan hal yang mudah dan bukanlah hal yang mustahil karena mungkin dapat dilakukan dengan kecanggihan alat teknologi. Namun yang terpenting anda ketahui jika pajang dan pendekanya rangka kepala seseorang tergantung saat mereka lahir. Pada saar seorang ibu melahirkan melalui persalinan normal, bentuk kepala akan sedikit memanjang atau lonjong. Hal ini karena ukuran kepala yang besar harus melalui jalan lahir yang sempit kecil dan kadang terjadi perubahan bentuk kepala akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di satu posisi. Sehingga tulang kepala harus melakukan penyesuaian yang dalam istilah kedokteran disebut moulage (mulase).

Namun tentu saja hal ini tidak terjadi pada bayi yang lahir dengan jalan operasi sesar dan kepala bayi belum masuk ke panggul. Hal ini dikarenakan bayi lahir melalui jalan yang dibuat agak luas. Walaupun ada beberapa kasus operasi sesar yang dilakukan setelah bayi sempat menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran jalan lahir. Namun, umumnya bayi lahir dengan operasi sesar mempunyai bentuk kepala yang lebih bulat. Seorang ibu tidak perlu khawatir, kepala lonjong pada bayi karena persalinan normal bukan suatu kelainan. Biasanya akan kembali pada bentuk semula dalam waktu berkisar satu minggu.

Kepala bayi yang normal umumnya simetris, tapi kadang ada beberapa variasi yang membuat bentuk kepala bayi belum simetris. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu:

1. Bentuk panggul
Bentuk panggul memang tidak berpengaruh secara langsung dengan bentuk kepala bayi, namun lamanya proses persalinan dapat mempengaruhi bentuk kepala janin. Bentuk panggul yang ideal adalah bentuk ginekoid (pintu atas panggul tampak berbentuk bulat atau agak lonjong).

Sedangkan beberapa bentuk panggul yang dapat menghambat proses persalinan antara lain; bentuk antropoid (pintu atas panggul agak lonjong seperti telur), android (panggul seperti laki-laki atau pintu atas panggul seperti bentuk segitiga) dan platipelloid (pintu atas panggul lonjong tapi menyempit di bagian belakang).

2. Berat janin
Janin yang besar bisa dipastikan kepalanya akan besar juga. Dibandingkan dengan janin yang kecil, janin yang besar akan lebih sulit untuk melewati jalan lahir dan membutuhkan penyesuaian bentuk kepala yang lebih selama proses persalinan.

3. Lahir prematur
Karena belum cukup bulan, tulang-tulang tengkoraknya masih agak lunak. Oleh sebab itu mudah berubah bentuk.

4. Janin kembar
Ruang gerak yang sangat sempit di dalam rahim membuat pertumbuhan kepala tidak optimal.

5. Posisi tulang yang belum pas pada tempat yang sesungguhnya, misalnya karena pengaruh penekanan pada sisi tertentu saat dalam rahim.

6. Akibat terjepit alat bantu persalinan Misalnya penggunaan vakum atau forcep
Risiko persalinan dengan vakum adalah kemungkinan terjadinya perdarahan di kulit kepala janin, sampai kemungkinan perdarahan otak. Untuk persalinan dengan forcep, risiko yang mungkin terjadi adalah robekan jalan lahir ibu, dan kemungkinan cedera saraf brakialis janin.

7. Salah posisi tidur.
Bayi dibiarkan tidur pada posisi yang sama, sehingga sisi yang selalu menempel pada bantal akan lebih pipih atau datar.

8. Akibat kelainan genetik.
Misalnya, tulang-tulang tengkorak bayi terlalu cepat menyatu, sehingga otaknya tidak punya cukup ruang untuk berkembang.

Jika seorang ibu yang melahirkan cobalah perhatikan lingkar kepala si bayi. Sebenarnya, yang harus Mom perhatikan bukan bentuk kepala, melainkan lingkar kepala bayi. Karena lingkar kepala menentukan proses perkembangan otak bayi. Tak masalah bentuk kepalanya lonjong jika lingkar kepalanya normal.

Untuk bayi Indonesia rata-rata panjang badannya 48-50 cm, dengan lingkar kepala 34-35 cm dan akan bertambah 0,5 cm setiap bulannya. Agar lebih akurat moms bisa melihat pada grafik lingkar kepala. Jenis kelamin dan panjang badan juga mempengaruhi lingkar kepala bayi.


Topik Terkait:
, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>