Penggunaan Kloroform dan Penyimpanan yang Aman

Penggunaan Kloroform dan Penyimpanan yang AmanKloroform atau yang biasa disebut haloform disebabkan karena brom dan klor juga bereaksi dengan metal keton yang menghasilkan masing-masing bromoform (CHBr3) dan kloroform (CHCl3). Hal ini disebut  CHX3 atau haloform. Kloroform mengandung bahan kimia yang berbahaya dan dapat mematikan. Bahan kimia kloroform biasanya digunakan sebagai bahan pembius, pelarut dalam farmasi industri, untuk memproduksi pewarna, pestisida dan sering kita jumpai biasanya di rumah sakit.

Kloroform adalah pelarut yang efektif untuk alkaloid dalam bentuk basis mereka dan dengan demikian bahan tanaman biasanya diekstraksi dengan kloroform untuk diproses farmasi. Sebagai contoh, ia digunakan dalam perdagangan untuk ekstrak morfin dari poppy dan skopolamin dari Datura tanaman. Kloroform mengandung deuterium (hidrogen berat), CDCl 3 , adalah pelarut yang umum digunakan dalam spektroskopi NMR.

Hal ini dapat digunakan untuk potongan obligasi dari gelas acrylic (juga dikenal dengan nama dagang Perspex dan kaca). Sebuah pelarut fenol: kloroform alkohol: isoamyl 25:24:1 digunakan untuk membubarkan biomolekul asam non-nukleat dalam DNA dan RNA ekstraksi.

Loading...

Jika penggunaan bius dalam rumah sakit biasanya disebut anestesi, secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.

Anestesi yang umum dipakai pada pembiusan total adalah N2O, halotan, enfluran, isofluran, sevofluran, dan desfluran. Obat anestesi umum yang ideal haruslah tidak mudah terbakar, tidak meledak, larut dalam lemak, larut dalam darah, tidak meracuni end-organ (jantung, hati, ginjal), efek samping minimal, tidak dimetabolisasi oleh tubuh, dan tidak mengiritasi pasien.

Sayangnya, tidak ada obat anestesi umum yang memenuhi semua kriteria di atas. Ini berarti, obat bius/anestesi umum/total pasti memiliki efek samping.

Efek samping tersebut di antaranya:
1. Mengiritasi aliran udara, menyebabkan batuk dan spasme laring (golongan halogen)
2. Menimbulkan stadium kataleptik yang menyebabkan pasien sulit tidur karena mata terus terbuka (Ketamin)
3. Depresi napas
4. Depresi pada susunan saraf pusat
5. Aspirasi
6. Nyeri tenggorokan
7. Sakit kepala.
8. Perasaan lelah dan bingung selama beberapa hari

Hal-hal tersebut di atas adalah sebagian dari efek samping pembiusan total. Efek samping tersebut bersifat sementara. Namun, ada pula komplikasi serius yang dapat terjadi. Untungnya, komplikasi tersebut sangat jarang, dengan perbandingan 4 komplikasi dalam jutaan pasien yang diberi obat anestesi.

Pencegahan efek samping anestesi yang terbaik adalah dengan penjelasan selengkap mungkin terhadap pasien mengenai efek samping dan risiko yang mungkin terjadi, pemeriksaan menyeluruh, dan pemberian obat anestesi yang tidak melebihi dosis.

Ingat !!! produk ini sangat keras sekali, jadi anda harus menyimpan produk yang satu ini di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak anda agar tidak ada bahaya yang mengancam di keluarga kita.