Berhenti Bergantung pada Suplemen

Suplemen yang dijual bebas di pasaran sebenarnya tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

Sebagian orang meyakini vitamin atau suplemen sebagai pengganti makanan. Akibatnya, mereka merasa tak perlu mengonsumsi terlalu banyak makanan. Ini pemahaman yang salah karena bisa merusak keseimbangan sistem tubuh kita. Suplemen yang dijual bebas di pasaran sebenarnya tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Yang terjadi bisa kelebihan atau kekurangan. Ini karena suplemen seperti itu tidak bisa diresepkan oleh dokter sehingga takarannya tak terkontrol. Salah satu prinsip diet seimbang adalah mengatur asupan karbohidrat, lemak, serta protein secara saksama dalam sehari. Artinya, harus ada variasi bahan makanan. Apabila syarat ini terpenuhi, suplemen vitamin dan mineral tak perlu dikonsumsi. Sebab, kebutuhan nutrisi sudah dapat dipenuhi dari asupan makanan yang lengkap dan variatif. Seandainya mau mengonsumsi vitamin atau suplemen tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Beda Jenis Suplemen.

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi dan vitamin yang berbeda-beda. Bahkan, pada kondisi tertentu, orang yang seusia pun kebutuhan vitamin bisa berbeda. Untuk itu, ketahui kebutuhan masing-masing anggota keluarga agar vitamin atau suplemen yang diberikan bisa bekerja secara efektif.

– Usia 5 – 15 tahun

Jika Anda memiliki anak yang beranjak dewasa untuk menunjang pertumbuhan tulangnya, berikanlan asupan kalsium yang cukup. Jadi, meskipun mulai beranjak remaja, jangan biarkan anak Anda berhenti minum susu. Kalsium baik untuk segala usia, apalagi untuk anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

– Usia 20 – 40 tahun

Bagi Anda dan suami, dalam memenuhi asupan gizi akan lebih baik melalui makanan dibandingkan dengan pil suplemen. Untuk itu buatlah menu makanan yang bervariasi dan mengandung berbagai macam zat gizi. Protein bisa didapatkan melalui telur, ikan, atau daging. Kalsium bisa didapatkan melalui susu atau keju.
Sedangkan vitamin A dan C bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah dan sayuran. Jangan terlalu mengandalkan suplemen vitamin, akan lebih baik dan mudah terserap jika Anda mendapatkannya melalui makanan.

– Usia 50 tahun ke atas

Untuk orang yang berusia 50 tahun ke atas banyak membutuhkan banyak vitamin B12. Sebanyak 40 persen orang tua kekurangan vitamin B12. Vitamin tersebut bisa meningkatkan sistem imun dan daya ingat. Lalu, asupan makanan dan suplemen sama pentingnya. Dianjurkan para orang tua untuk mengonsumsi 2/4 mcg  vitamin B12 per hari.