Kenali Sebab-sebab Tubuh Sering Gemetar

Kenali Sebab-sebab Tubuh Sering GemetarApakah akhir-akhir ini anda sering gemetar? Sebelum membahas masalah ini, kita ketahi dahulu jika tubuh gemetar tentu banyak penyebabnya apakah rasa takut, udara yang dingin atau sakit tertentu. Gemetar adalah suatu tindakan yang dilakukan tanpa sengaja, agak berirama dan gerakan ototnya melibatkan gerakan osilasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain.

Semua gerakan ini tanpa disadari dan dapat mempengaruhi tangan, lengan, kepala, wajah, pita suara dan kaki. Namun kebanyakan orang mengalami gemetar pada daerah tangan dan kakinya. Pada beberapa orang, gemetar yang terjadi merupakan gejala dari adanya kelainan pada neurologis. Namun secara umum, gemetar juga bisa dialami oleh orang yang sehat. Walaupun gemetar tidak mengancam jiwa, tapi dapat memalukan bagi sebagian orang dan membuatnya lebih sulit untuk melakukan tugas sehari-hari seperti menulis, membaca, memegang dan mengambil sesuatu.

Gemetar pada umumnya disebabkan oleh adanya masalah di bagian otak yang mengendalikan otot-otot seluruh tubuh atau pada daerah-daerah tertentu. Kondisi neurologis yang dapat menyebabkan seseorang gemetar adalah multiple sclerosis, stroke, cedera otak traumatis dan penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi batang otak atau otak kecil.

Loading...

Selain pengaruh faktor neurologis, ada juga penyebab badan gemetar lain yaitu akibat faktor gaya hidup, seperti:

1. Emosi
Perasaan gugup, takut atau cemas sebelum melakukan kegiatan yang menegangkan seperti wawancara kerja atau pidato di depan umum juga bisa menyebabkan seseorang mengalami gemetar tubuh yang bersifat sementara.

2. Udara dingin
Terkena udara dingin yang tiba-tiba (secra ekstrim) atau terus menerus akan membuat tubuh menjadi gemetar, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk tubuh merasa lebih hangat.

3. Konsumsi obat tertentu
Jika seseorang mengonsumsi obat seperti amfetamin, kortikosteroid atau stimulan, biasanya menyebabkan efek samping seperti gemetar di dalam tubuh.

4. Konsumsi alkohol
Seseorang ada yang merasa gemetar setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah tertentu, hal ini adalah salah satu efek samping dari penarikan diri terhadap alkohol.

5. Distonia
Ini adalah istilah medis yang menunjukkan kontraksi abnormal dari otot yang dapat menyebabkan gemetar di seluruh tubuh atau hanya pada daerah tertentu saja seperti tangan.

Tubuh yang gemetar bisa dikelompokkan berdasarkan bagaimana gemetar itu terjadi, yaitu:
1. Gemetar istirahat atau statis
Gemetar terjadi ketika otot ekstremitas sedang santai dan sepenuhnya melawan gravitasi, seperti ketika tangan sedang berbaring di pangkuan atau ketika orang tersebut sedang diam. Jenis gemetar ini sering terlihat pada pasien dengan penyakit Parkinson.

2. Gemetar aksi
Gemetar ini bisa terjadi pada setiap anggota tubuh yang sedang bergerak, misalnya saat tangan sedang terulur, saat sedang menulis atau selama terjadi kontraksi otot.

3. Gemetar essensial
Gemetar ini biasanya terjadi secara perlahan dan tidak diketahui penyebab pastinya. Gemetar ini biasanya bersifat ringan dan tidak menunjukan adanya penyakit tertentu, tapi mengganggu penderitanya. Kecemasan, stres, kelelahan, kafein atau beberapa obat terentu dapat menimbulkan gemetar essensial ini.

Jika gemetar yang terjadi akibat faktor gaya hidup, maka seseorang bisa menghindarinya dengan sebisa mungkin menghindari kondisi tersebut atau melakukan pencegahan terhadap faktor pemicunya. Namun, jika akibat faktor neurologis maka membutuhkan perawatan tersendiri tergantung penyebabnya.

Diagnosa Penyakit Parkinson
Penyakit parkinson murni didiagnosis secara klinis, tidak ada pemeriksaan laboratorium atau MRI dalam mendeteksi penyakit parkinson. Maka dari itu, untuk mendiagnosis apakah seseorang terkena penyakit parkinson atau tidak, dibutuhkan dokter-dokter yang sangat berkompeten dibidangnya sebagai contoh dokter spesialis saraf. Hal ini dikarenakan dokter spesialis saraf mempelajari penyakit tersebut.

Seseorang didiagnosis penyakit Parkinson apabila ada dua gejala klasik dari tiga gejala yang telah disebutkan tadi. Gejala keempat yang disebut postural disability merupakan gejala yang sudah parah.

Gejala klasik Parkinson tersebut juga bisa terjadi pada penyakit lainnya akibat kerusakan otak, misalnya adalah penyakit stroke. Pasien-pasien yang pernah mengalami infeksi otak bisa juga mengalami gejala-gejala itu. Hal-hal yang seperti ini disebut Parkinsonisme, gejala-gejala Parkinson yang diakibatkan oleh penyakit lain di otak.