Guru Malaysia Tolak Ajarkan Seks

Guru di Malaysia menolak melaksanakan pengajaran seks di sekolah.

Mereka mengaku belum siap dan tidak cukup percaya diri untuk mengajarkan perihal seks kepada anak didiknya. Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Nasional (NUTP) menyatakan, minimnya pelatihan profesional terhadap guru seputar masalah seksual menjadi alasan penolakan materi pengajaran seks di sekolah. Menurut dia, meski NUTP mendukung penuh upaya pemerintah menyediakan edukasi seks di sekolah, pelaksanaannya di lapangan masih sulit dan kompleks. para guru tidak mendapat pelatihan formal di tengah kompleksitas dan sensitivitas masalah ini.  Mereka juga tidak cukup percaya diri untuk mengajarkannya.

Ia menambahkan, para guru juga takut akan dituntut oleh para orangtua murid jika membuat kesalahan dalam memperkenalkan pengetahuan tentang seks kepada para siswa. Malaysia merupakan negara multirasial, religius, dan multibudaya di mana setiap kelompok etnis memiliki norma-norma tertentu menyangkut masalah seks.  Dengan begitu, pengajaran perihal seks di sekolah akan menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. NUTP adalah persatuan guru terbesar di Malaysia  dengan anggotanya yang mencapai 160.000 atau hampir setengah dari jumlah total profesi guru di negeri jiran tersebut.

Karena pihaknya menginginkan masalah ini didiskusikan lebih dulu dengan menteri pendidikan dan pihak terkait lainnya guna memperhitungkan dampak positif dan  negatifnya. pendidikan seks hanya diajarkan sambil lalu oleh para guru, mulai dari sekolah rendah hingga sekolah menengah, tanpa adanya kurikulum yang jelas. Pendidikan seks menjadi isu yang sangat penting belakangan ini di Malaysia menyusul meningkatnya kasus kehamilan pada usia muda tanpa ikatan perkawinan.  Kebanyakan ibu muda masih berstatus sebagai pelajar.

Edukasi Seks Jadi Ekstrakurikuler SMA.

Pentingnya edukasi atau pendidikan tentang seksualitas khususnya bagi kalangan remaja memang tak terbantahkan lagi.  Derasnya arus informasi telah menyebabkan orang tua sulit lagi menahan atau membatasi anak-anaknya dari akses informasi termasuk perihal seksualitas. Edukasi soal seks kini telah mulai diupayakan untuk menjadi bagian dari pendidikan sekolah, meskipun belum bisa menjadi bagian kurikulum. Sekitar 20 Sekolah Menengah Atas (SMA) di lima wilayah Jakarta telah menjadikan edukasi seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang digelar secara rutin setiap pekannya.

pihaknya bersama dengan beberapa lembaga non profit lainnya telah berhasil melobi serta mendesak beberapa sekolah menggelar pendidikan seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler. pendidikan seks sebagai memang belum memungkinkan untuk menjadi bagian kurikulum sekolah menengah mengingat padatnya jadwal serta beban pelajaran.  Laily juga menyesalkan pihak pemerintah yang seperti menutup mata terhadap pentingnya pendidikan seks menjadi bagian dari pelajaran di sekolah-sekolah.


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>