Anda Merasa Linglung Setelah Terbangun Dari Tidur, Ini Dia Penyebabnya

Anda Merasa Linglung Setelah Terbangun Dari Tidur, Ini Dia PenyebabnyaPernahkah Anda merasa linglung setelah terbangun dari tidur yang panjang nan nyenyak? Atau Anda bangun tidur lalu tak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi semalam? Tenang saja, Anda tak sendiri.

Peneliti dari Amerika mengakui ini adalah gangguan tidur yang aneh, namun sebenarnya banyak yang mengalaminya. Mereka pun memprediksi 1 dari 7 orang mengalami kondisi yang secara formal disebut dengan ‘confusional arousal’ ini.

“Linglungnya biasanya terjadi ketika orang yang bersangkutan tiba-tiba terbangun dan seringkali mereka tak ingat apa yang terjadi sebelum tidur. Persis seperti orang mabuk, mereka tak tahu sedang dimana atau apa yang dilakukan,” jelas salah seorang peneliti, Dr Maurice Ohayon seperti dikutip dari CNN, Rabu (27/8/2014).

Akan tetapi pakar psikiatri tidur dari Stanford School of Medicine ini memastikan ‘confusional arousal’ ini berbeda dengan sleepwalking. Kebetulan ‘confusional arousal’ pada orang dewasa juga belum pernah diteliti, karena selama ini kondisi tersebut lebih sering ditemukan pada anak-anak.

Untuk itu peneliti mencoba menanyai lebih dari 19.000 orang dewasa tentang kebiasaan tidur dan apakah mereka pernah mengalami ‘confusional arousal’ atau tidak. Hasilnya? Ternyata 15 persen di antara mereka mengaku setidaknya pernah satu kali bangun tidur dalam keadaan linglung seperti orang mabuk dalam setahun belakangan.

Namun yang mengejutkan, lebih dari separuh responden mengaku mengalaminya minimal satu kali dalam seminggu.

Apa saja penyebabnya? Peneliti menemukan penyebabnya bisa sangat beragam, tergantung masing-masing individu. Di antara partisipan, 70 persen karena mereka juga mengidap gangguan tidur tertentu dan 37 persen mengidap gangguan mental.

“Yang paling rentan mengalaminya adalah yang kena depresi, gangguan bipolar, kecanduan alkohol, gangguan panik atau trauma dan gangguan kecemasan. Begitu juga dengan penderita sleep apnea, atau mereka yang sering terhenti napasnya di tengah tidur,” ungkap Dr Ohayon.

Tapi tidak menutup kemungkinan bila ‘mabuk tidur’ ini terjadi karena orang yang bersangkutan sebenarnya hanya kurang tidur atau tidur terlalu lama. Pasalnya 20 persen partisipan yang tidur kurang dari 6 jam per malam maupun 15 persen partisipan yang tidur lebih dari 9 jam per malam masing-masing mengaku pernah linglung saat bangun tidur.

“Ini beda lho dengan rasa kantuk yang dialami orang-orang ketika bangun tidur. Masalahnya orang yang ngantuk biasa umumnya masih ingat dengan apa yang terjadi sebelum tidur. Tapi orang yang mengalami ‘mabuk tidur’ tidur tadi tak sadar sama sekali. Membuat mereka sadar 100 persen juga susah setengah mati,” timpal pakar lain, Dr Alan Manevitz dari Lenox Hill Hospital, New York namun tidak terlibat dalam studi.


Topik Terkait:
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>