Cara Menyembuhan Seorang Penyabu

Cara Menyembuhan Seorang PenyabuSebelum kita jauh membahas masalah penyembuhan karena obat ini sebaiknya kita kethaui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sabu-sabu. Merupakan golongan obat stimulan jenis Metamphetamine yang satu derivat turunan dengan Amphetamine yang terkandung dalam pil ekstasi dan berbentuk kristal putih. Mengapa banyak orang yang menggunakan sabu-sabu? Alasannya karena obat ini memberikan efek psikologis. Efek yang memberikan kepada penggunanya rasa euforia sampai ectasy (senang yang sangat berlebihan).

Bagaimana cara kita agar dapat mengetahui orang yang menggunakan sabu-sabu? Pemakai jenis sabu-sabu kerap menggosok hidungnya karena gatal. Hal ini merupakan efek saat menghisap sabu. Ketika dihisap dan dikeluarkan lewat hidung ada sensasi gatal di lubang hidung. Bahkan pemakai jenis ini akan selalu merasa getir di mulut sehingga mulutnya sering goyang-goyang karena rasanya aneh.

Untuk orang yang menggunakan obat-obatan terlarang seperti sabu-sabu, seringkali untuk mengatasinya harus dibawah ke tempat rehabilitasi lalu bagaimana cara rehabilitasi tersebut? Merehabilitasi dan terapi pengguna narkoba ini memang bukan suatu perkara yang gampang. Hal ini disebabkan narkoba sudah menjadi “bagian” yang erat pada hidup pengguna tersebut. Ia merupakan media bersenang-senang, suatu sumber kehidupan pengguna.

Loading...

Oleh sebab-sebab di atas, perlu adanya tindakan untuk mengurangi kebutuhan akan zat ini, melalui tindakan di bawah pengawasan dokter dengan proses pencegahan, terapi dan rehabilitasi. Selain itu diperlukan pengurangan dampak buruk seperti penyebaran infeksi HIV/AIDS, hepatitis C, dan hepatitis B, yang salah satunya dengan voluntary counseling and testing alias VCT. VCT ini adalah pemerksaan darah dan layanan kesehatan untuk skrining terhadap HIV/AIDS.

Detoksifikasi
Proses ini dikenal juga dengan istilah detoks, suatu macam terapi untuk melepaskan pasien dari kelebihan dosis dan gejala putus zat. Pada terapi ini, pasien diperiksa keadaan klinisnya, mengatasi kedaruratan bila ada, pemeriksaan darah dan urin untuk toksikologi, merangsang muntah atau kuras lambug bila perlu, serta memberi obat pelawan zat narkoba tersebut.

Terapi pada Intoksikasi Akut
Intoksikasi akut adalah keadaan ketika pasien merasa gejala setelah mengonsumsi narkoba. Masing-masing zat memiliki zat pelawannya masing-masing seperti nalokson bagi golongan opioida. Intoksikasi ganja akan pelan-pelan pulih. Yang lainnya seperti intoksikasi kokain, amfetamin, penanganannya sesuai gejala yang diberikan. Misalnya bila pasien kejang maka diberi antikejang.

Terapi putus zat
Gejala putus zat adalah keadaan yang dihindari oleh pengguna karena rasanya yang sama sekali tidak menyenangkan dan rasa sakit yang luar biasa. Hal ini juga yang membuat pengguna akhirnya kecanduan, karena ketika mereka tidak mengonsumsi narkoba, gejala ini yang mereka rasakan.

Pada terapi putus zat dilakukan sesuai gejala, misalnya bila sakit diberi antisakit atau analgesia, mual muntah diberikan antimual dan antimuntah. Khususnya bagi pengguna opioida, bisa dipertimbangkan terapi pengganti opioida secara bertahap yang masih legal secara hokum seperti metadon. Di Indonesia memperbolehkan terapi metadon.

Terapi pascadetoksifikasi
Setelah detoksifikasi selesai, pasien perlu ditegaskan dan disadarkan bahwa perilaku penggunaan zat ini adalah hal yang merugikan kesehatannya, sosial, dan keluarganya. Pasien perlu mengubah pola hidupnya dengan banyak olahraga, diet sehat, dan sebagainya. Hal inilah yang menjadi target pascadetoksifikasi. Yang termasuk program ini seperti latihan jasmani, akupunktur, terapi relaksasi, terapi tingkah laku, terapi disulfiram untuk alkoholisme, konseling, psikoterapi, program rumatan seperti metadon, dan lainnya.

Pusat rehabilitasi dan pendekatan keagamaan
Ada berbagai macam pusat rehabilitasi dengan pendekatan keagamaan. Misalnya pada Islam, terdapat pondok rehabilitasi yang menggunakan pendekatan berzikir.

Pasca rehab datas maka tahap kedua yang harus dilakukan adalah menolak ajakan temannya atau lingkungannya kembali menggunakan narkotika. Tahap ketiga menjadi orang yang produktif seperti bekerja untuk mencukupi kehidupannya secara normal. Tahap keempat adalah tahap hidup sehat seperti meningkatkan ibadahnya dan sebagainya sehingga betul-betul menjadi orang yang kuat dan tidak lagi kembali menjadi pengguna narkotika.

Selain dari yang diatas ada beberpa yang kami dapatkan dari sumber lain adalah:
Bergaul dengan orang yang benar dan shaleh
Pergaulanlah yang menyebabkan seorang pecandu masuk ke lingkungan pemakai narkoba. Bergaulah dengan orang-orang shaleh atau jika tidak orang yang punya hobi positif dan kesibukan yang positif.

Tekad yang kuat
Hal pertama yang sebenarnya anda harus tanamkan adalah tekad yang kuat dari dalam diri anda. Tekadkan bahwa anda sebenarnya bisa dan mampu berpaling dari pecandu sabu-sabu.

Lebih dekat dengan keluarga
Salah satu penyebab seseorang menjadi seorang pecandu adalah karena jauh dengan keluarga. Cobalah masuk lebih dekat dengan mereka. Terbuka dan berbagi hal apa pun kepada mereka.

Itulah beberapa cara menyembuhan seorang penyabu terapi dan rehabilitasi pengguna narkoba bukan hal yang mudah bukan? Maka diperlukan sekali dukungan yang tidak kenal lelah bagi mereka yang terjerat dalam narkoba.