Pentingnya Keseimbangan Molybdenum Pada Tubuh

Pentingnya Keseimbangan Molybdenum Pada TubuhMolybdenum sangat diperlukan dalam metabolisme nitrogen, mengaktifkan enzim-enzim tertentu, dan membuat sel-sel berfungsi dengan sangat baik dan normal. Adapaun jika seseorang kekurangan maupun kelebihan molibdenum dapat menyebabkan berbagai gangguan, walaupun kondisi seperti ini sangat jarang sekali terjadi.

Pada manusia, molybdenum dikenal berfungsi sebagai kofaktor untuk tiga enzim yaitu:
1. Sulfit oksidase mengkatalisis transformasi sulfit ke sulfat, reaksi yang diperlukan untuk metabolisme kandungan asam amino (metionin dan sistein).

2. Xanthine oksidase mengkatalisis pemecahan nukleotida (prekursor untuk DNA dan RNA) untuk membentuk asam urat, yang berkontribusi terhadap kapasitas antioksidan plasma darah.

3. Oksidase Aldehyde dan xanthine oksidase mengkatalisis reaksi hidroksilasi yang melibatkan beberapa molekul yang berbeda dengan struktur kimia yang sama. oksidase Xanthine dan oksidase aldehida juga berperan dalam metabolisme obat dan racun.

Nilai ambang batas Mo dalam tubuh manusia
– Anak-anak 1-3 tahun 300 µg / hari
– Anak-anak 4-8 tahun 600 µg / hari
– Anak-anak 9-13 tahun 1.100 µg / hari (1,1 mg / hari
– Remaja 14-18 tahun 1.700 µg / hari(1,7 mg / hari
– Dewasa 19 tahun dan lebih tua 2.000 (2,0 mg / hari)

Molibdenum diperlukan untuk oksidasi belerang, dan suatu komponen dari protein. Dalam makanan, molibdenum terdapat dalam susu, buncis, roti dan gandum.

Kekurangan molybdenum
Kekurangan molibdenum yang disebabkan karena asupan yang tidak memadai pada orang yang sehat, belum pernah diteliti. Tetapi kekurangan molibdenum terjadi pada keadaan tertentu misalnya jika seorang malnutrisi yang menderita penyakit Chron mendapatkan makanan parenteral dalam waktu yang lama tanpa tambahan molibdenum.

Gejalanya berupa:
– denyut jantung yang cepat
– sesak nafas
– mual
– muntah
– disorientasi
– koma.

Penyembuhan total bisa diperoleh dengan pemberian molibdenum.

Kelebihan molybdenum
Orang yang mengkonsumsi molibdenum dalam jumlah besar dapat mengalami gejala yang menyerupai penyakit gout, termasuk peningkatan kadar asam urat dalam darah dan nyeri sendi. Penambang yang terpapar debu molibdenum bisa mengalami gejala-gejala yang tidak spesifik.

Untuk diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang terjadi dan hasil dari pemeriksaan. Sedangkan untuk pengobatan untuk penyembuhan total, Jika kekurangan molybdenum solusianya dengan cara pemberian molybdenum. Kebutuhan molybdenum pada tubuh manusia sangat relatif rendah. Molybdenum dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau tua, dan padi-padian. Jika terdapat asupan molybdenum yang berlebihan, maka tubuh kita biasanya akan mengeluarkan mineral dengan cepat dari tubuh.