Khasiat dan Bahaya dari Bunga Echinacea

Khasiat dan Bahaya dari Bunga EchinaceaTanaman Echinacea merupakan kelompok tanaman berbunga herba dalam keluarga daisy, Asteraceae. Sembilan spesies mengandung umumnya disebut coneflowers. Tanaman ini tumbuh dibagian timur dan tengah Amerika Utara. Kandungan kimia dalam Echinacea sangat kompleks. Semua spesies Echinachea memiliki kandungan senyawa fenol, yang juga lazim terkandung di tanaman lain. Spesies E. purpurea memiliki kandungan senyawa fenol jenis cichoric dan caftaric. Rimpang spesies E. angustifolia dan E. pallida memiliki kandungan echinacoside yang tertinggi dibanding spesies Echinacea lainnya.  Senyawa jenis alkilamida dan polisakarida juga terkandung di dalam Echinacea.

Echinacea yang beredar sekarang ini terdiri dari Echinacea purpurea, Echinacea angustifolia, dan Echinacea pallida. Ekstrak Echinacea dalam bentuk cair yang sekarang banyak beredar merupakan ekstrak dari akar Echinacea purpurea. Common cold, influenza, dan infeksi pernafasan lainnya merupakan penyakit yang sering menyerang tubuh kita, baik yang sudah dewasa dan terlebih lagi pada anak-anak. Hal ini mendorong kita mencari suatu alternatif untuk mengurangi dan meringankan keadaan tersebut.

Echinacea diyakini memiliki berbagai fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain:
– Meningkatkan sistem imun untuk melawan infeksi
– Mencegah dan mengobati influenza, common cold, bronchitis, dll
– Pendapat lainnya mengatakan bahwa Echinacea dapat mengobati luka pada kulit dan permasalahan kulit lainnya seperti jerawat dan bisul.

Kemampuan Echinacea untuk meningkatkan sistem imun merupakan manfaat yang sangat dijual karena Echinacea dapat meningkatkan sistem imun non spesifik yaitu dengan mengaktifkan interferon, fagositosit, aktivitas respiratorik sel, juga mengaktivasi limfosit melalui pelepasan tumor nekrosis faktor, interleukin-1 dan interferon beta-2.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Echinacea dapat digunakan sebagai terapi terhadap penyakit dan bukan sebagai pencegahan. Melalui eksperimen yang mengujicobakan penggunaan Echinacea terhadap paparan Rhinovirus – virus yang merupakan penyebab utama common cold, didapatkan bahwa pasien yang mengkonsumsi Echinacea tidak memiliki efek yang signifikan dalam mengurangi bahaya terinfeksi Rhinovirus. Echinacea tidak menurunkan insiden terhadap penyakit.

Tumbuhan ini juga tidak menyembuhkan common cold atau influenza tetapi hanya meringankan gejala dan mengurangi durasi penyakitnya saja. Echinacea relatif aman untuk dikonsumsi, namun terdapat efek samping minor seperti mual, pusing, angioedema, reaksi alergi bila orang yang mengkonsumsi mempunyai alergi terhadap Echinacea itu sendiri.

Berikut adalah orang-orang yang dianjurkan untuk tidak mengonsumsi Echinacea yang telah dihimpun dari berbagai sumber:

– Echinacea tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi wanita hamil, penderita TB, penderita penyakit autoimmune seperti SLE dan juga penderita HIV AIDS. Pada penderita HIV AIDS ditakutkan terjadi eksaserbasi dan peningkatan penumpukan virus (viral load).

– Orang yang memiliki alergi terhadap ragweed serta bunga marigold sebaiknya menghindari mengonsumsi tanaman obat yang satu ini.

– Anda yang sedang menderita penyakit auto immune, HIV, TBC, masalah kolagen, serta kelebihan sel darah putih sebaiknya menghindari mengonsumsi Echinacea.

– Orang yang sedang mengonsumsi obat penekan sistem imun tubuh juga tidak boleh mengonsumsi Echinacea.

– Ladies yang sedang hamil, menyusui, atau merencanakan akan segera memiliki momongan juga sebaiknya harus menghindari mengonsumsi tanaman obat ini.

Seluruh kondisi kesehatan yang disebutkan di atas merupakan kondisi kesehatan yang berpengaruh pada sistem imun tubuh. Oleh karena Echinacea merupakan tanaman obat yang dapat merangsang sistem imun tubuh, Echinacea dapat menimbulkan efek samping seperti memperburuk penyakit yang sedang diderita.