Tak Mau Anak Obesitas, Hindari Si Kecil Menonton TV Lebih Lama

Tak Mau Anak Obesitas, Hindari Si Kecil Menonton TV Lebih LamaTidak mampu melakukannya? Paling tidak, batasi kegiatan menonton ‘kotak ajaib’ ini menjadi hanya dua jam per hari saja.

Nasional Health and Care Excellence (NICE), sebuah badan kesehatan di Inggris merekomendasikan hal tersebut sebagai salah satu upaya mengatasi obesitas.

Selain menekan tombol OFF di remote TV, lembaga ini juga menganjurkan supaya manusia modern menghindari minuman dengan tambahan gula artifisial dan membatasi takeaway makanan cepat saji.

Professor Mike Kelly, direktur NICE mengatakan, diet sehat dan berolahraga adalah hal yang penting dilakukan semua orang, bukan hanya mereka yang menderita obesitas.

“Aturan umum untuk menjaga berat badan yang sehat adalah asupan energi yang diperoleh melalui makanan dan minuman tidak boleh melebihi energi yang keluar dari kehiatan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, semua orang tahu bahwa kita lebih baik menggunakan tangga alih-alih lift, mengurangi waktu menonton TV, dan mengonsumsi makanan yang sehat. Namun tak banyak yang memilih untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkat obesitas di Inggris memang dianggap telah berada pada titik mengkhawatirkan, yakni dua kali lipat selama 10 tahun terakhir.

Bulan lalu, gugus tugas darurat bahkan dibentuk untuk memerangi epidemi obesitas di Inggris. Dalam sebuah surat terbuka kepada Menteri Kesehatan, Proffesor Sally Davies mengatakan, “Sebuah generasi tengah dihancurkan oleh junk food dan minuman manis.”

Lebih dari seperempat warga Inggris obesitas, angka ini 15% lebih tinggi dibandingkan 20 tahun lalu. Data juga menunjukkan 1 dari 5 anak sekolah di Inggris kegemukan.

Nah, begini beberapa cara yang direkomendasikan NICE untuk dilakukan sehari-hari agar Anda terhindar dari obesitas.

– Berjalan atau bersepeda ke sekolah atau tempat kerja

– Mengurangi menonton TV dengan strategi hari bebas TV atau menetapkan batas menonton tidak lebih dari dua jam sehari.

– Mengurangi konsumsi makanan berkalori, seperti makanan yang digoreng, biskuit, permen, dan keju berlemak.

– Mengadopsi diet yang tinggi akan sayur-sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan minyak zaitun.

– Menghindari minuman manis dengan gula, termasuk minuman bersoda, minuman olahraga dan squash.

– Membatasi jumlah makanan cepat saji dan takeaway.

– Membatasi mengkonsumsi alkohol.