Cara Simple Atasi Hidung Tersumbat

Untuk mengencerkan ingus dalam hidung dan rongga sinus.

Cara Simple Atasi Hidung Tersumbat Siapa yang tidak ingin bernapas lega di saat sedang pilek? Banyak obat-obatan yang menjanjikan khasiat mujarab dengan harga yang tidak murah. Kalaupun obat-obatan ini berhasil melegakan hidung yang tersumbat, tapi tetap menimbulkan efek samping seperti pusing atau mulut kering yang membuat tidak nyaman. Cara pengobatan sementara yang paling baik, murah dan tanpa komplikasi adalah dengan menghirup uap. Untuk mengencerkan ingus dalam hidung dan rongga sinus dan melegakan penyumbatan, hiruplah uap panas.

Caranya, didihkan air dalam panci dan hirup uapnya selama beberapa menit. Hati-hati, jangan terlalu dekat karena dapat menyebabkan luka bakar pada kulit. Saat menghirup uap ada yang menudungi kepalanya dengan handuk sehingga membentuk tenda. Cara ini juga bermanfaat untuk mencairkan dahak di dada. Mandi dengan pancuran air panas yang beruap juga dapat melegakan pernapasan.

Loading...

Bebasnya obat batuk dan pilek.

“Anak batuk pilek? Ah gampang aja, tinggal beli obatnya di apotek, berikan kepada anak, biarkan ia tidur, dan besoknya batuk pilek pun berkurang deh,” begitu komentar ibu Dani, dengan entengnya. banyak orangtua beranggapan obat bebas di pasaran boleh dipakai dengan bebas pula. Padahal tidak demikian kenyataannya. Meskipun banyak obat pereda batuk dan pilek digolongkan sebagai obat bebas, tetap saja pemakaian sembarangan dapat menimbulkan bahaya. Melarang orangtua memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah dua tahun. Ini meliputi seluruh obat-obatan berkomposisi dekongestan, ekspektoran, antihistamin, dan antitusif. Apa saja risikonya? Antara lain memicu epilepsi, membuat jantung berdebar, dan mengurangi kesadaran.

Lebih dari dua tahun lalu, U.S. Center for Disease Control and Prevention melaporkan, 1500 bayi dan batita masuk ruang gawat darurat setelah mengalami efek samping obat pilek OTC. Lalu pada 2007, FDA melaporkan 54 anak kehilangan nyawa akibat dekongestan dan 69 anak karena antihistamin dari 1969 hingga 2006. Kebanyakan korban berusia di bawah dua tahun, di mana sistem saraf otonomnya belum “matang”. Fungsi pernapasan dan pencernaan anak juga berbeda dengan orang dewasa, sehingga seperti sudah dibuktikan lewat penelitian, obat batuk pilek yang beredar di pasaran tidak efektif bagi bayi dan anak batita. Bahkan efeknya tidak jauh berbeda dari plasebo.

untuk anak berusia di atas dua tahun pun, orangtua harus tetap berhati-hati memilih obat batuk pilek yang beredar di pasaran. Tidak semua komposisi obat tersebut aman buat anak terutama, kata Adi, golongan obat dekongestan seperti pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin. “Jika diberikan dengan dosis rendah mungkin efeknya tidak terlalu berbahaya. Namun jika dosisnya di atas yang dianjurkan, maka dapat berakibat fatal. Ada beberapa kasus fatal yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu.

Lain batuk, lain pula obatnya.
Pilek atau flu merupakan penyakit yang disebabkan virus. Semua penyakit infeksi virus pada 3 hari pertama akan bergejala yang disebut ILI (influenza like illness). Ditandai dengan hidung meler, tersumbat, bersin-bersin, dan demam. Nah, penyakit pilek dan flu umumnya akan sembuh sendiri setelah lima hari, tentu jika dibarengi dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang cukup. Jadi, tanpa diobati pun, penyakit flu atau pilek akan sembuh sendiri. Jika batuk dan pilek tak kunjung reda, gejala ini harus diatasi sesuai penyebabnya yang lain. Batuk yang disertai demam, biasanya mengharuskan dokter memberikan obat antibiotika. “Kondisi lingkungan tanah air yang cukup buruk dari segi endemiknya kuman, juga tingginya polutan udara, membuat bibit penyakit tumbuh subur, sehingga rawan mendompleng pada batuk pilek anak.

Sedangkan batuk dan pilek yang disebabkan alergi tidak akan mempan diobati dengan obat apa pun jika pencetus alerginya tidak dihindari. Jelas, kan, mengobati batuk dan pilek tidak bisa sembarangan. Belum lagi, ada anak yang alergi terhadap golongan obat tertentu. Orangtua jangan mengambil risiko, apalagi jika usia anak masih di bawah dua tahun. Lakukan konsultasi dengan dokter jika batuk pilek disertai demam tinggi di atas 39,4° C meskipun baru satu hari, atau 37,8° C hingga hari kedua. Batuk pilek dengan gejala sering buang air kecil dan sakit telinga pun harus segera diperiksakan ke dokter terdekat.