Mengobati Kepala Pusing Setelah Makan Daging Kambing

Mengobati Kepala Pusing Setelah Makan Daging KambingBeberapa hari lebaran idul adha telah berlalu namun aroma masakan daging masih tercium. Inilah yangmenjadi masalah artikel kita pada kesempatan ini banyak orang yang mengku merasa pusing setelah mengkomsumsi daging khususnya daging kambing. Mengapa bisa terjadi? Tenyata, hal tersebut disebabkan oleh kandungan zat besi dan tyramin yang ada pada daging.

Mengalami rasa sakit pada kepala dan terasa pusing adalah merupakan efek dari kurangnya asupan gula ke otak, yang merupakan makanan agar otak dapat bekerja dengan baik. Makan daging yang banyak kandungan proteinnya bisa mengurangi asupan gula ke otak. Namun penyebab pusing yang paling banyak ditemukan pada seseorang yang makan daging kambing adalah kandungan zat tyramin serta zat besinya.

Tubuh sebenarnya membutuhkan zat besi sebagai bahan baku untuk memproduksi protein hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke darah. Namun jika kelebihan zat besi ternyata dapat menjadi racun yang memicu terjadinya pusing dan sakit kepala. Menurut National Poison Control Center, gejala yang biasa muncul karena kelebihan zat besi adalah pusing, mual, lemah, sakit kepala dan nafas terasa pendek. Kelainan genetik yang disebut hemchromatosis juga dapat menyebabkan tubuh memproduksi zat besi berlebih. Orang yang punya kelainan genetik ini harus melakukan diet daging rendah zat besi, tidak boleh mengonsumsi suplemen zat besi atau melakukan penggantian darah (phlebotomy).

Bukan hanya zat besi, zat pemicu pusing lainnya adalah tyramin. Selain di daging merah, tyramin banyak terdapat pada keju yang disimpan dan anggur merah. Gejala pusing dan sakit kepala biasa muncul 12 jam setelah mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Seperti dikutip dari Healthscout, The Food and Nutrition at Medicine Institute menyarankan konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi antara 8-18 mg per hari.